batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan beberapa persiapan relokasi Penanaman Modal Asing (PMA) ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Direktur Pelayanan Lalu Lintas dan Penanaman Modal BP Batam, Purnomo Andiantono, mengatakan, dengan adanya persiapan tersebut diharapkan para PMA menjadi lebih nyaman saat akan menanamkan modalnya di Kota Batam.
“Salah satunya kita mempersiapkan operasional IBOSS,” ujarnya, Kamis (16/7/2020).
Indonesia Batam Online Single Submission (IBOSS) merupakan sistem aplikasi perizinan secara
elektronik yang terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS) Nasional di wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

“Kita juga mengupgrade Sistem Informasi Keluar Masuk Barang (SIKMB),” tuturnnya.
Tidak hanya itu, pihaknya akan meningkatkan kegiatan monitoring dan evaluasi
termasuk penyusunan profil industri di Kota Batam.
“Monitoring dan evaluasi kita lakukan untuk mengetahui kondisi dan investasi di lapangan seperti apa dan juga mengenai ketersediaan bahan baku,” paparnya.
Dengan melakukan hal tersebut pihaknya bisa mengecek seluruh kebutuhan barang konsumsi di Kota Batam.
“Kita juga terus melakukan sosialisasi tatatan baru di Kawasan Industri,” jelasnya.
Kata dia, dengan adanya tatanan baru, nantinya akan ada perubahan prilaku di dalam kawasan industri dan perusahaan-perusahaan di Kota Batam, disesuaikan dengan Surat Edaran dari Kementerian Perindustrian Nomor 4 Tahun 2020.
“Yaitu menjaga jarak, pemeriksaan suhu tubuh terhadap para pekerja yang akan masuk ke dalam perusahaan, menyediakan hand sanitizer,” jelasnya.(esa/adv)
