batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, M Dali menyelesaikan persoalan daya tampung siswa SMA dan SMK di Kota Batam. Mereka yang sudah mendaftar dan tidak lolos saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) reguler lalu, akan diterima kembali sesuai dengan kapasitas daya tampung tambahan yang ada di masing-masing sekolah.
Saat berdiskusi dengan orangtua calon siswa di SMAN 5 Batam, Rabu (15/7), M Dali menuturkan, sesuai dengan instruksi dari Gubernur Kepri, Isdianto, sekolah-sekolah yang diminati pendaftar saat PPDB reguler lalu umunya membuka dua sampai empat kelas tambahan.
Kelas tambahan ini untuk kembali menampung mereka yang tidak lolos pada PPDB reguler lalu. ”Secara keseluruhan ada 1.850 calon siswa dan untuk mereka harus sekolah semuanya. Sesuai petunjuk pak Gubernur, ada beberapa opsi yang harus dijalankan termasuk pembukaan kelas tambahan ini,” ujar Dali.
Opsi lainnya, sebut Dali, adalah sekolah swasta. Pemerintah, dalam hal ini Disdik Kepri akan berkoordinasi dengan sekolah swasta untuk tidak terlalu memberatkan siswa baru dengan biaya masuk sekolah.
”Kalau negeri semua tetap tak cukup. Daya tampung sekolah tetap ada batasnya. SMAN 5 ini misalkan, data yang tidak lolos PPDB ada sekitar 200 orang dan kuota untuk kelas tambahan ini hanya 160 orang. Tetap ada yang tak tertampung makanya kita minta kebijakan orangtua untuk ke sekolah swasta,” tutur Dali.
Terkait keluhan biaya pendidikan yang tinggi, Dali mengatakan pihaknya akan mencarikan solusi. Ia akan berkoordinasi lagi dengan sekolah-sekolah swasta agar tidak terlalu memberatkan biaya masuk sekolah.(*/jpg)
