batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melanjutkan program
Teknologi modifikasi cuaca (TMC) berupa hujan buatan.
TMC dilakukan dengan tujuan untuk mengisi debit air di waduk-waduk yang ada di Kota Batam.
Terutama waduk Duriangkang yang mensuplai 80 persen kebutuhan air baku yang diolah menjadi air bersih untuk disalurkan kepada warga Kota Batam.
“Masih akan dilanjutkan lagi. Sebelum terbang nanti, kami akan bahas mengenai kecepatan angin dan awan,” kata Manajer Air Baku BP Batam, Hadjad Widagdo, Rabu (15/7/2020).
Menurutnya, saat ini kenaikan air di waduk Duriangkang sudah cukup signifikan yaitu mencapai 45 sentimeter.

“Kita melihat waduk-waduk lain lebih bagus. Kecuali Muka kuning yang terus kita perlu naikkan,” jelasnya.
Sementara waduk Sei Ladi kata dia, kenaikkan airnya sudah sangat signifikan yaitu mencapai 1 meter lebih.
“Kemudian Sei Harapan naiknya juga banyak. Mudah-mudahan kita bisa siapkan sampai nanti musim hujan lagi di Oktober,” tuturnya.
Seperti diketahui BP Batam menggandeng Tim Badan Penerapan Pengkajian Teknologi (BPPT) menerapkan TMC berupa hujan buatan.
Tim BPPT menyemai garam di awan dengan bahan semai berbentuk Flare
Hygroskopic ICE Chrystal atau biasa dikenal dengan kembang api.
Adapun area operasi tim BPPT yakni di atas daerah tangkapan air (DTA) Waduk
Duriangkang.(esa)
