Sabtu, 18 April 2026

Muncul Isu akan Di-reshuffle, Berharap Nadiem Punya Kebijakan Jelas

Berita Terkait

batampos.co.id – Beredar kabar akan ada reshuffle dalam jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju. Salah satu kabar yang mencuat adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang akan digantikan posisinya oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhamadiyah Haedar Nashir.

Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji mengatakan bahwa hal tersebut masih sekedar isu. Di mana, Presiden Joko Widodo (Jokowi) lah yang berhak menentukan hal tersebut.

“Itu kan masih rumor kan, kalau itu kita serahkan ke Pak Jokowi lah, itu hak prerogatif beliau, beliau pastinya punya pertimbangan dan pin (tanda) ya g bisa mengukur orang terbaik untuk ngurusin pembangunan SDM kita,” ujar dia, Jumat (17/7).

Apalagi, Jokowi sempat marah beberapa pekan yang lalu atas kinerja para menterinya yang dirasa kurang optimal, ditambah saat ini tengah pandemi Covid-19. “Kalau kita melihat marahnya Pak Jokowi kemarin, menurut saya itu suatu hal yang wajar, selama pandemi ini ngga diurusin, pandemi ngga pandemi targetnya kan tetap SDM unggul, karena modelnya sekarang PJJ daring, berarti kan harus diatur supaya tetap unggul, tapi kan faktanya berantakan nih,” tuturnya.

Namun, memang, menurutnya orang yang harus meng-handle urusan pendidikan adalah orang yang paham bagaimana cara membangun manusia dan teknologi. Di mana dua elemen tersebut merupakan salah satu faktor penggerak kualitas pendidikan di Indonesia. “Ini akan membahayakan untuk generasi penerus bangsa di 10–15 tahun lagi, jangan sampai kita mengorbankan anak-anak kita, sekarang kan kita punya risiko besar karena anak-anak kita tidak terdidik dengan baik,” cetus dia.

Meskipun begitu, dirinya masih menaruh harapan kepada Nadiem yang akrab disapa Mas Menteri tersebut untuk menunjukkan arah kebijakan yang konkret dalam pembangunan SDM unggul. “Saya termasuk orang yang berharap banyak terhadap beliau, dari awal kita punya menteri milenial, sukses, tapi kok semakin kesini semakin nggak jelas arah pendidikan kita mau ke arah mana. Saya masih berharap dengan Mas Menteri untuk segera punya kebijakan yang jelas, saya yakin dengan kecerdasan beliau, dengan kemampuan beliau,” jawabnya.

Sebelumnya, Nadiem juga berkomentar mengenai kinerjanya. Dia mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah puas dengan apa yang ia kerjakan. “Untuk menilai kinerja saya, ya saya sih selalu tidak puas, waktu pertama kali bicara dengan eselon 1, saya memberikan peringatan kepada mereka kalo saya kerja memang ngga akan pernah puas, jadi jangan harapkan kalau saya bilang puas,” ungkap dia melalui siaran streaming, Sabtu (11/7).

Selain itu, menurut dia, yang memiliki hak dalam menilai kinerjanya adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta masyarakat Indonesia. “Saya tidak berhak menilai kinerja diri saya sendiri, yang bisa menilai kinerja saya hanya dua, pak presiden dan masyarakat Indonesia, itu adalah dua penilai kinerja saya,” papar mantan CEO Gojek itu. (*/jpg)

Update