batampos.co.id – Rapid test dengan harga yang terbilang murah yang diberlakukan Lion Air Group, memberikan efek kenaikan jumlah penumpang pesawat. Berdasarkan data yang dimiliki Lion Group, jumlah penumpang meningkat di kisaran 20 hingga 50 persen.
Distrik Manager Lion Air Batam, M Zaini Bire, mengakui, kenaikan jumlah penumpang ini tidak hanya satu rute. Tapi beberapa rute yang dijalani Lion Group. “Kami juga sudah menambah jumlah penerbangan. Rute Batam ke Jakarta sekarang ada tiga flight (penerbangan). Dua flight dilayani Lion Air, satu flight dilayani maskapai Batik Air,” sebutnya, kemarin.
Ia juga mengatakan, rute Batam-Pekanbaru, sebelum diberlakukan rapid test murah, jumlah penumpang dalam sekali penerbangan hanya sekitar 70 orang. Namun kini jumlah penumpang dalam sekali penerbangan sudah mencapai 120 orang. “Rute lainnya juga begitu, seperti Medan. Biasanya 105 orang. Kini menjadi 150 orang sekali penerbangan,” ungkapnya.
Bire mengaku, respons masyarakat sangat positif atas penerapan rapid test dengan harga Rp 95 ribu tersebut. “Sangat baik. Kami menyediakan dua tempat rapid test di Batam, di daerah Batuaji,” katanya.
Menurutnya, respons positif ini tidak hanya membuat Lion Group menambah jumlah penerbangan, tapi juga berencana membuka beberapa rute yang sebelumnya tidak dilayani. “Yogyakarta dan Jambi. Yang baru positif itu Yogyakarta, kemungkinan per 1 Agustus sudah kembali dilayani,” tuturnya.
Sedangkan Direktur Bandar Udara Telekomunikasi Informasi dan Komunikasi, Suwarso, membenarkan jumlah penumpang kembali naik. Dia mengatakan, kenaikan ini disebabkan salah satunya pemberian layanan rapid test murah oleh Lion.
Per 13 Juli, penumpang yang berangkat sebanyak 2.544 orang. Lalu, 14 Juli ada 2.440 orang, kemudian pada 15 Juli naik menjadi 3.147 orang. “Jumlah pesawat yang terbang juga bertambah. Sebelumnya hanya 20 unit pesawat saja, kini meningkat menjadi 27 pesawat yang berangkat per harinya,” sebutnya.(*/jpg)
