batampos.co.id – Butuh waktu yang tidak sebentar untuk mengembangkan vaksin Covid-19. Meskipun upaya percepatan sudah dilakukan, tetap butuh waktu panjang untuk memastikan vaksin yang dikembangkan ampuh mencegah Covid-19 dan aman untuk manusia.
Dalam keterangannya di kantor Presiden kemarin, Presiden Direktur PT Bio Farma, Honesti Basyir menjelaskan, perkembangan dua jenis vaksin yang dikembangkan perusahaannya. Pertama adalah vaksin lokal yang dikembangkan bersama Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19. Kedua adalah pengembangan vaksin kerja sama antara Bio Farma dan Sinovac Tiongkok.
Vaksin lokal merupakan proyek jangka panjang yang dikembangkan di fasilitas milik Bio Farma. Diawali dari pengembangan prototipe oleh Eijkman Institute yang ditargertkan selesai pada Februari 2021. ’’Kemudian, pengembangannya dilanjutkan oleh Bio Farma,’’ terangnya.
Uji preklinis akan dilakukan pada kuartal pertama 2021. Kemudian, uji klinis tahap pertama diperkirakan bakal dimulai pada kuartal ketiga 2021. ’’Bila hasilnya baik, kita akan bisa menyediakan vaksin untuk publik pada kuartal pertama atau pertengahan 2022,’’ lanjut Honesti.
Sementara, pengembangan vaksin bersama Sinovac akan memasuki fase ketiga uji klinis. Pada fase ketiga itulah transfer teknologi dari Sinovac ke Bio Farma akan dilakukan.
Nantinya, Bio Farma akan melakukan uji klinis tahap ketiga berkolaborasi dengan Universitas Padjajaran Bandung dan beberapa lembaga lain. ’’Diperkirakan hasil awal uji klinis tahap ketiga bisa digunakan untuk penggunaan secara darurat pada kuartal pertama 2021, dengan seizin BPOM,’’ tambahnya.
Di saat hampir bersamaan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes dengan Perusahaan Biofarmasi Daewoong Infion Korea telah menandatangani perjanjian kerja sama. Perjanjian tersebut mencakup uji klinis terapi stem cell pada pasien Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS).
Kerja sama yang dilakukan mulai 1 Juli itu untuk percepatan penemuan terapi yang efektif pada Covid-19. Sekaligus merupakan uji klinis fase 1 terapi Mesenchymal Stem Cell (MSC) atau Sel Punca Mesenkimal.(jpg)
