batampos.co.id – Petugas kesehatan dari Puskesmas Batuaji fokus menekan penyebaran penyakit demam berdarah dangue (DBD). Usulan pengasapan atau fogging hingga kembali mengaktifkan juru pemantau jentik nyamuk (Jumantik), juga kembali digencarkan sebab kasus DBD cukup mewabah di wilayah kecamatan padat penduduk tersebut.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam menyebut, kasus DBD terbanyak sepanjang tahun ini berasal dari wilayah Batuaji.

”Iya, dari kelurahan Kibbing yang terbanyak (untuk wilayah Batuaji). Inilah yang lagi kami upayakan saat ini untuk kembali menekannya,” kata Kepala Puskesmas Batuaji, Arlan, Selasa (21/7).

Untuk kelurahan Kibbing, jumlah penderita DBD terbanyak terjadi pada bulan Juni lalu yakni sekitar 20 kasus dan itu menjadi fokus perhatian pihak puskesmas saat ini.

”Upaya yang kita lakukan saat ini adalah usulan fogging ke Dinkes untuk wilayah yang sedang mewabah DBD dan juga sosialiasi pemberantasan
jentik nyamuk,” ujar Arlan.

Untuk pengasapan, prosesnya harus melalui penyelidikan epidemiologi ke suatu wilayah yang dinyatakan mewabah dan itu yang sedang dilakukan saat ini.

Sementara untuk pencegahan, pihak puskemas melakukan sosialisasi dan pengawasan terhadap perilaku masyarakat untuk kembali memperhatikan pola 3M plus, yakni menguras, mengubur dan menutup wadah penyimpanan air serta menggunakan alat atau cairan anti nyamuk atau menggunakan kelambu. (*/jpg)