batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri, Buralimar mengatakan aktivitas perhotelan di Provinsi Kepri lesu, meskipun sudah memasuki fase new normal. Menurutnya, kondisi bulan Juni 2020 tingkat hunian kamar masih diangka 10 persen.
“Memang kita sudah menjalani fase new normal, namun masih banyak hotel yang masih memilih tutup. Besar kemungkinan bangkitnya geliat perhotelan pada Agustus mendatang,” ujar Buralimar di Tanjungpinang, Selasa (21/7).
Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, dengan normalnya aktivitas penerbangan, kunjungan wisatawan nusantara (Wisnus) sudah mulai terjadi pergerakan. Apalagi bagi mereka yang punya kepentingan bisnis.
Namun dari sisi lainnya, seperti rapat atau pertemuan di hotel masih belum ada geliatnya. Masih kata Buralimar, sebelum Singapura dan Malaysia membuka akses bagi wisatawan, maka kondisi tersebut akan mempengaruhi kondisi kunjungan wisman di Provinsi Kepri. Karena mayoritas wisman yang berkunjung ke Kepri itu datangnya melalui Singapura dan Malaysia.
“Kepri saat ini memiliki dua bandara yang sudah menyandang status internasional, yakni Bandara Hang Nadim, Batam dan Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang. Namun hanya sebatas status, maka dari itu kita harapkan Pemerintah Pusat untuk menggerakan dua bandara ini melayani penerbangan internasional, bukan sebatas flight carter,” harap Buralimar.
Terpisah, Legislator Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua yang membidangi pariwisata dan ekonomi mengatakan, sampai saat ini masih banyak hotel yang belum berani buka. Menurutnya, meskipun new normal sedang berjalan, namun bagi perhotelan tentu masih butuh waktu. Karena pertimbangannya menyangkut biaya operasional.
“Karena memang tingkat hunian kamar masih rendah sekali. Saya melihat dengan sekarang ini, banyak hotel yang masih ragu-ragu untuk membuka pelayanan. Besar kemungkin pergerakan aktivitas perhotelan akan terjadi pada akhir tahun nanti,” ujar politisi Hanura tersebut.(*/jpg)
