batampos.co.id – Ketua Gugus Tugas Covid-19, Muhammad Rudi, melalui pernyataan tertulisnya menyebutkan jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam bertambah empat orang pada Rabu (22/7/2020).
Keempat pasien tersebut lanjutnya berjenis kelamin perempuan.
“Data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam, berdasarkan hasil temuan kasus baru di Kota Batam,” jelasnya.
Ia menjelaskan, sejauh ini kondisi empatnya stabil dan telah ditempatkan di ruang perawatan isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19
Dengan adanya penambahan tersebut, saat ini jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam berjumlah 275 orang.
Dari jumlah tersebut 237 dinyatakan sembuh dan 12 orang meninggal dunia.
Berikut riwayat perjalanan penyakit pasien terkonfirmasi Covid-19 yang baru di Kota Batam:
1. HMBrS
Berusia 31 tahun, Karyawan Bank BUMN di Kawasan Industri Muka Kuning, warga Tiban, Kecamatan Sekupang.
HMBrS merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 272 Kota
Batam.
Pada tanggal 15 Juli 2020 yang bersangkutan datang memeriksakan kandungannya (G2P1A0, Gravid 34-35 Mg) di RSIA Frisdhy Angel dengan keluhan sudah sejak seminggu yang
lalu merasakan sedikit demam yang disertai mual dan tidak ada selera makan tanpa adanya keluhan pada kandungannya.
Selanjutnya oleh dokter kandungan dilakukan pemeriksaan RDT dengan hasil “IgG Reaktif”.
Guna penanganan lebih lanjut yang bersangkutan dirujuk ke RSBP Batam, dimana oleh dokter spesialis paru RSBP diedukasi untuk menjalani isolasi mandiri di rumahnya.
Selanjutya pada 18 Juli 2020 dilakukan pengambilan swab tenggorokan yang hasilnya diperoleh terkonfirmasi positif.

Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil dan sedikit merasakan adanya gangguan tenggorokan (batuk kering), serta saat ini telah ditempatkan di ruang perawatan isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 RSBP Batam.
2. FH
Berusia 40 tahun, Ibu Rumah Tangga (IRT), warga Tanjung Sengkuang, Batu Ampar.
FH merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 273 Kota Batam. Yang bersangkutan mengatakan bahwa bersama kedua anak kembarnya pada 17 Juli 2020 memeriksakan diri ke klinik Husada Tama Batam untuk melakukan pemeriksaan RDT secara mandiri guna keperluan memenuhi persyaratan penerbangan dengan hasil “reaktif”.
Mengingat hasil RDT tersebut pihak klinik kemudian menyerahkan pemantauan dan penanganan selanjutnya ke Puskesmas Tanjung Sengkuang sesuai dengan alamat/domisili tempat tinggalnya dan diedukasi untuk melaksanakan karatina mandiri di rumah.
Pada keesokan pagi harinya yang bersangkutan pergi berobat ke IGD RS Elisabeth Batam Kota karena memiliki keluhan badannya terasa demam yang disertai pilek dan diketahui memiliki riwayat penyakit asma.
Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh dokter maka
kepada yang bersangkutan akhirnya ditegakkan Diagnosa “Suspect Covid-19 + Pneumonia” dan harus menjalani rawat inap di ruang isolasi rumah sakit tersebut.
Selanjutnya kepada yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diperoleh dengan terkonfirmasi positif.
Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan cukup stabil dan saat ini masih ditempatkan di ruang perawatan isolasi di RS Elisabeth Batam Kota.
3. FK
Berusia 56 tahun, Guru, beralamat sementara di Belian, Batam Kota Kota Batam.
FH merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 274 Kota Batam. Yang bersangkutan mengatakan adalah warga Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah dan sudah sejak dua bulan yang lalu tinggal di tempat anaknya guna mendampingi anaknya tersebut saat melahirkan.
Sehubungan rencana kepulangannya ke Kota Semarang pada 20 Juli 2020 yang bersangkutan memeriksakan diri ke RS Bhayangkara Batam untuk melakukan pemeriksaan RDT secara mandiri guna keperluan memenuhi persyaratan penerbangan dengan hasil “reaktif” yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan.
Selanjutnya pihak rumah sakit mengarahkan agar sambil menunggu hasil swab didapatkan, yang bersangkutan diedukasi
untuk melaksanakan karantina secara mandiri di rumah anaknya.
Kemudian pada 22 Juli 2020 diperoleh hasil pemeriksaan dari BTKL Batam dengan terkonfirmasi positif.
Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, serta saat ini telah ditempatkan di ruang perawatan isolasi di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang, Kota Batam.
4. A
Berusia 39 tahun, Ibu Rumah Tangga (IRT), beralamat di
kawasan pasar Angkasa Lubuk Baja, Kecamatan Lubuk Baja.
A merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 275 Kota Batam. Pada 14 Juli 2020 yang bersangkutan datang berobat ke IGD RS Budi Kemuliaan Batam dengan Keluhan demam dan memiliki riwayat hipertensi tak terkontrol sejak setahun yang lalu yang hanya diatasi dengan menggunakan obat herbal dan setelah diperiksa dan diedukasi menolak untuk dirawat.
Kemudian pada 19 Juli yang bersangkutan kembali datang ke IGD RS Budi Kemuliaan Batam dengan keluhan badannya sejak tiga hari yang lalu terasa lemas, yang disertai mual dan muntah serta nafasnya terasa sesak bila beraktifitas.
Selanjutnya oleh dokter dilakukan pemeriksaan secara Intensif disertai pemeriksaan RDT dengan perolehan hasil “IgG Reaktif”.
Sesuai dengan hasil tersebut ditegakkanlah Diagnosisnya “Malaise e.c. SHF+HT+DM Type 2+Suspect Covid-19”, dimana yang bersangkutan harus menjalani rawat inap dan diisolasi
di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam.
Selanjutnya pada 20 Juli 2020 dilakukan pengambilan swab tenggorokan yang hasilnya diperoleh dengan terkonfirmasi positif.
Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan cukup stabil dan saat ini masih ditempatkan di ruang perawatan isolasi di RS Budi Kemuliaan Batam.(*/esa)
