batampos.co.id – Jajaran Polresta Barelang menerima puluhan laporan penipuan dan pemerasan dalam beberapa hari belakangan ini. Dari laporan tersebut, korban yang mayoritas pelajar mengaku diperas seorang pria yang mengaku anggota kepolisian.
Salah seorang korban, Sinta Puspita Sari, mengaku menjadi korban pemerasan pada Selasa (21/7) siang. Ia yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio bersama sang pacar, Beri, dicegat pelaku yang mengendarai Yamaha Mio M3 tanpa mengenakan seragam polisi lengkap di wilayah Baloi Kolam, Lubukbaja.
“Saya baru pulang sekolah dijemput sama pacar. Jadi tak pakai helm. Bapak itu (pelaku) memberhentikan kami, dan mengaku sebagai polisi,” ujar Sinta di Mapolresta Barelang, Selasa (21/7) malam.
Usai dicegat, kedua korban digiring pelaku menuju SPBU Seipanas. Di lokasi, pelaku meminta Beri untuk tinggal di lokasi bersama sepeda motornya. “Bapak itu minta saya ikut dengannya. Katanya mau dibawa ke pos untuk menanatangani surat (tilang),” kata Sinta yang juga pelajar kelas 7 ini.
Dari SPBU Seipanas tersebut, pelaku membawa korban menuju kos-kosannya di kawasan Jodoh. Kemudian, pelaku meminta korban untuk menempati kasurnya. “Saya ketakutan. Jadi langsung keluar dari kamar. Kemudian, pelaku meminta ponsel dan meninggalkan saya di belakang Martabak HAR (Kompleks Bumi Indah) Nagoya,” ungkap Sinta.
Dengan kejadian ini, Sinta kehilangan ponsel Oppo miliknya. Hal yang sama dialami, Joshua pelajar SMPN 53 Batuaji. Ia mengaku kehilangan ponsel Samsung karena dicegat seorang pria yang mengendarai sepeda motor dan mengaku sebagai anggota polisi.
“Saya bawa motor sama teman, dan tak pakai helm. Lalu dia (pelaku) membawa saya ke depan suatu rumah untuk menandatangani surat (tilang),” kata pelajar kelas 9 ini.
Di rumah tersebut, pelaku meminta ponsel milik Joshua. Kemudian, pelaku meninggalkan lokasi dengan alasan memanggil rekannya untuk menangani kasus pelanggaran lalu lintas yang dilakukannya.
“Saya disuruh menunggu di depan rumah itu saat dia (pelaku) pergi, saya tanya sama orang di rumah itu, dia (pemilik rumah) mengaku tidak kenal dengan pelaku,” katanya. (*/jpg)
