Jumat, 1 Mei 2026

Alangkah Sayangnya Tidak Jadi Peserta JKN-KIS

Berita Terkait

batampos.co.id – Menjadi peserta JKN-KIS merupakan hal yang sangat penting bagi
Ratna (43). Wiraswasta yang tinggal di daerah Batam Centre ini merasakan betul manfaatnya menjadi peserta JKN-KIS.

Hal itu yang membuatnya mengajak anggota keluarganya yang lain untuk mendaftarkan diri jadi peserta. Saat ditemui di kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam pada Kamis (16/7/2020), Ratna mengaku sedang menemani adiknya yang mewakili orangtua mereka untuk mendaftar menjadi peserta JKN-KIS.

Penyesuaian iuran yang terjadi beberapa waktu lalu, tidak membuat ia dan keluarga ragu untuk mendaftarkan orangtuanya menjadi peserta kelas I.

“Kalau saya kelas III, tapi sekeluarga sepakat untuk mendaftarkan mertua di kelas I saja
karena sudah tua, jadi biar nyaman,” kata Ratna.

Ia bercerita, bahwa mendaftarkan orangtuanya menjadi peserta JKN-KIS adalah sebuah
bentuk keperdulian untuk menghindari hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Ratna memperlihatkan kartu JKN-KIS miliknya. Foto: BPPJS Kesehatan untuk batampos.co.id

Merasakan manfaat menjadi peserta JKN-KIS, ia pun meminta agar orangtuanya juga didaftarkan sebagai peserta.

“Saya tidak mau suatu saat ketika beliau sakit, tidak ada uang, malah tidak tertolong,” kata Ratna.

Ratna menjelaskan, dulu ia menjadi tanggungan perusahaan ketika suaminya masih bekerja. Semenjak suaminya berhenti bekerja, ia beralih kepesertaan menjadi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Menurutnya, menjadi peserta JKN-KIS tidak seperti yang diberitakan di media. Selama menjadi peserta ia tidak pernah mengalami prosedur yang sulit atau pelayanan yang buruk.

“Selama jadi peserta, beberapa kali saya pakai KIS, tidak pernah dipersulit. Dirujuk gampang, pelayanannya juga baik, pokoknya cepat tanggaplah. Alangkah sayangnya orang yang tidak daftar jadi peserta JKN,” kata Ratna.

Tidak hanya memanfaatkan pelayanan kesehatan, ia pun rutin membayarkan iuran setiap
bulan. Menurutnya kanal pembayaran yang cukup banyak, memudahkan ia melakukan
pembayaran apabila terjadi gangguan di salah satu kanal.

Apalagi sekarang dipermudah
dengan sistem autodebit dari berbagai bank yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Saya selalu rutin bayar setiap bulan. Lebih baik membayar daripada ketika sakit nanti repot,” kata Ratna.(*)

Update