H Isdianto S Sos MM sejak Senin siang (27/7/2020), resmi menjadi Gubernur Kepri (detinitif) sisa masa jabatan 2016-2021. Artinya, status Plt (pelaksana tugas) pun sudah terlepas di depan jabatannya. Adik mantan Gubernur Kepri HM Sani (almarhum) itu dilantik oleh Presiden RI Ir H Joko Widodo, di Istana, dalam perhelatan sederhana.

Selanjutnya, jika tak ada aral melintang, Selasa siang, Isdianto akan melakukan syukuran di Gedung Daerah Tanjungpinang, ibukota Provinsi Kepri yang berdiri sejak tahun 2002 itu. Provinsi Kepri resmi berpisah dari Riau sebagai bekas provinsi induk di zaman Presiden Megawati Soekarnoputri setelah disahkannya UU hak inisiatif DPR RI Nomor 25/2002.

Sejak saat itu, gubernur sudah silih berganti, dari Ismeth Abdullah kepada HM Sani, kemudian Nurdin Basirun, lalu kini resmi berpindah ke H Isdianto. Di sela-sela gubernur definitif, beberapa kali pula Kepri memiliki pelaksana tugas gubernur yang ditunjuk Kemendagri, termasuk Isdianto. Isdianto menggantikan Nurdin Basirun setelah Nurdin ditangkap KPK, pada 10 Juli 2019 yang lalu. Sebelumnya, Nurdin adalah wakil HM Sani yang meninggal 8 April 2016.

Catatan lain, ini mungkin pertama kali terjadi di Indonesia di mana gubernur dijabat kakak-adik secara bergantian dalam satu periode. Isdianto adalah adik kandung HM Sani, anak Sungai Ungar, Kundur, Kabupaten Karimun. Catatan soal ini, pernah diulas seorang ASN Pemprov, Rizal Saputra, dalam blog pribadinya dengan judul Rahim Istimewa

Yang menarik kini, dalam kaitannya dengan pilkada, Isdianto dapat dipastikan akan semakin baik tingkat popularitasnya, sekaligus akan diikuti oleh naiknya tingkat elektabliitas. Maklum saja, Isdianto bukanlah gubernur yang dipilih oleh rakyat, akan tetapi hasil rembug (pemilihan) oleh DPRD Kepri ketika Nurdin Basirun naik menjadi gubernur menggantikan kakak Isdianto. Saat itulah, Isdianto banyak di-endorse oleh PDIP, partai yang sejak awal telah memunculkan ketuanya, HM Soerya Respationo sebagai balon gubernur.

Santer diberitakan di awal-awal dulu bahwa Soerya akan menggandeng Isdianto sebagai wakilnya. Akan tetapi, sejak Isdianto menjadi Plt Gubernur, nampaknya angin keberuntungan lebih berpihak kepada Isdianto. Dia dan timnya makin percaya diri untuk maju sebagai orang nomor satu setelah mendapat dorongan dari orang-orang tua Melayu. Apalagi kini, setelah sah menjadi gubernur definitif, Isdianto tak punya pilihan lain selain maju sebagai gubernur, sebab UU melarang untuk turun kelas saat pencalonan, misalnya menjadi wakil Soerya.

Jalan Isdianto untuk maju dalam pilkada juga tidak mudah. Banyak yang memprediksi laki-laki kelahiran Sungai Ungar ini tidak akan mendapat perahu untuk berlayar. Ada yang mengira nasibnya akan sama dengan mantan Gubernur Sumut Tengku Erry (kader Nasdem) yang ditinggal partainya, sementara partai lainnya diborong oleh Edy Rahmayadi, mantan Pangkostrad yang kemudian terpilih itu.

Terakhir, DPP PKS, seperti diakui Ketua DPW PKS Kepri Raden Hari Tjahjono, akhirnya berlabuh ke Isdianto dengan menawarkan wakil dari partai, Suryani, sebagai pasangan Isdianto. Cukup syarat buat Isdianto karena sebelumnya, Hanura sudah menyatakan mendukung mantan Kadispenda Kepri itu. Masih adakah partai akan merapat ke Isdianto? Masih mungkin. Apalagi Pak Is, begitu dia biasa disapa, kini sudah pakai jengkol gubernur definitif.

Selanjutnya, seperti banyak diberitakan media, Isdianto – Suryani sudah ditunggu oleh pasangan Ansar Ahmad – Hj Marlin Agustina dan pasangan Soerya Respationo – Iman Sutiawan. Apakah formasi di atas benar-benar tercetak dalam kertas suara yang akan dipilih pada pilkada 9 Desember 2020? Masih akan kita tunggu sampai akhir masa pendaftaran, awal September yang akan datang.

Buat Pak Is, selamat bekerja. Abang Anda, HM Sani, juga Ibunda Anda, Hj Tumirah, pasti bahagia di alam sana. Juga keluarga besar dan pendukung Anda. Menang atau kalah di pilkada serentak nanti, Anda adalah Gubernur Kepri sampai Mei 2021. Semoga bisa berbagi perhatian antara menyelesaikan tugas di sisa masa jabatan dengan pilkada serentak, kelak. ***

Penulis adalah Ketua PWI Kepri dan Direktur Batam Pos Online