Jumat, 3 April 2026

Covid-19 Bukan Konspirasi, Nyata Seperti Malaikat Pencabut Nyawa

Berita Terkait

batampos.co.id – Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengajak masyarakat untuk bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini karena terus meningkatnya kasus penularan virus Korona atau Covid-19 di tanah air.

Doni mengatakan, Indonesia belum mencapai puncak penularan virus Korona ini. Bahkan, puncak kasus juga belum bisa diprediksi. Hal ini karena masih fluaktifnya perkembangan di setiap daerah.

“Sampai saat ini belum tahu kapan puncak, karena melihat perkembangan, fluktuatif setiap hari beda-beda,” ujar Doni usai rapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, Senin (27/7).

Doni mengatakan, ancaman virus Korona adalah nyata adanya. Covid-19 ini bukanlah rekayasa ataupun konspirasi. Sehingga semua orang harus disiplin melakukan protokol kesehatan. Karena itu kunci untuk menghentikan penularan virus tersebut.

“Kita semua harus menyadari bahwa Covid-19 ini adalah ancaman yang nyata, suatu virus yang membahayakan. Covid-19 ibarat malaikat pencabut nyawa korban di seluruh dunia sudah lebih dari 600 ribu orang, semua harus sadar ini bukan konspirasi, bukan rekayasa,” tegasnya.

Doni menuturkan disiplin menerapkan protokol kesehatan bukan hanya untuk diri sendiri. Melainkan ke yang lain. Masyarakat satu dengan yang lainnya saling mengingatkan penerapan protokol kesehatan ini.

“Inilah pentingnya kita semua saling mengingatkan kalau kita disiplin tidak cukup disiplin sendiri, tanggung jawab kita ajak yang lain disiplin,” ungkapnya.

Virus Korona ini sampai saat ini belum ada vaksinya. Sehingga ‎penularan virus ini bisa terhenti jika masyarakatnya mengikuti penerapan protokol kesehatan seperti yang dianjurkan oleh pemerintah‎.

“Untuk patuh protokol kesehatan jaga jarak pakai masker cuci tangan, yang paling sulit jaga jarak, kalau semua orang mampu mengontrol diri, maka proses penularan ini bisa kita kurangi bahkan bisa kita cegah,” pungkasnya.(jpg)

Update