batampos.co.id – Dua pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) ditembak personel polisi dari Direktorat Reserse Krimimal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap.

Dirreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto, mengatakan, kedua pelaku tersebut ialah MSS dan FTS.

Ia menjelaskan keduanya merupakan residivis dikasus yang sama.

“Saat akan dilakukan pencarian barang bukti pelaku berusaha melarikan diri dan melawan petugas,” ujarnya, Selasa (28/7/2020).

Selanjutnya kata dia, tim Opsnal Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri langsung memberikan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan ke arah kaki pelaku.

“Terungkapnya kasus ini berawal dari Laporan Polisi dari salah seorang korban,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pada Rabu (15/7/2020) korban yang berada ditempat kerjanya mendapatkan SMS Notifikasi Internet Banking, bahwa dari rekeningnya telah melakukan tiga kali penarikan uang tunai.

Namun kata dia, karena merasa tidak ada melakukan transaksi apapun korban kemudian menuju rumahnya di kawasan Perumahan Mediterania, Kota Batam.

Dirreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto (tengah) memperlihatkan batang bukti yang digunakan para pelaku saat menjalankan aksinya. Foto: Humas Polda Kepri

“Saat tiba dirumah didapati pintu rumahnya dalam keadaan terbuka dan barang-barang milik korban berupa satu unit kamera Canon, Laptop, Handphone dan dokumen-dokumen serta uang tunai sudah tidak ada. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 30 juta,” katanya.

Setelah mendapatkan laporan, pihaknya lantas melakukan proses penyidikan dan mendatangi lokasi ditariknya uang korban.

“Setelah dilakukan penelusuran didapati fakta dari CCTV yang berada diruang ATM. Dari hasil pemeriksaan didapati dua orang ciri-ciri pelaku,” paparnya.

Setelah dilakukan identifikasi, kata dia, diketahui kedua pelaku tersebut merupakan residivis yang sejak beberapa tahun belakangan telah melakukan pencurian dengan pemberatan di 40 TKP di seputaran wilayah Kota Batam.

“Tujuh Laporan Polisi atas kejahatannya yang pernah dilaporkan kepihak Kepolisian,” jelasnya.

Setelah mendapatkan informasi tersebut tim Opsnal Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Kemudian pada Senin (27/7/2020) tepatnya di Food Court Avava Jodoh dilakukan penangkapan terhadap kedua pelaku MSS dan FTS.

“Penyelidikan kasus ini sudah dilakukan semenjak 15 Juli yang lalu, sejak korban melaporkan bahwa uang direkeningnya hilang dan rumahnya telah dibongkar oleh pelaku,” ujarnya.

Ia menjelaskan, modus operandi yang dilakukan para pelaku ialah dengan memantau rumah atau kos-kosan dan memperhatikan jam-jam tempat tersebut kosong ditinggal oleh penghuninya.

“Intinya para pelaku ini melihat kelengahan dari sipemilik rumah,” imbuhnya.

Dari tangan kedua pelaku, pihaknya mengamankan barang bukti beberapa buah Obeng, kunci kembok, pisau, tang, gunting seng, kunci motor serta kunci rumah.

Kemudian beberapa kartu ATM, kartu identitas diri pelaku, satu unit sepeda motor, beberapa unit Handphone, dan dua Unit Laptop.

“Atas perbuatannya para pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal selama 9 Tahun dan Tindak Pidana Pertolongan Jahat (Penadah) Pasal 480 KUHP Dengan Ancaman Hukuman Penjara Maksimal Selama 4 Tahun,” tuturnya.(*/esa)