batampos.co.id – Seorang murid Sekolah Dasar (SD) di Tanjungpinang datang ke sekolah untuk belajar saat murid lainnya belajar dari rumah dengan sistem daring/online, Firman Saputra, 8, tetap semangat belajar secara tatap muka  meskipun belajar sendirian di kelasnya.

Selain Firman ada 10 murid lainnya dikelas berbeda yang belajar tatap muka secara terbatas. Firman dibimbing langsung seorang guru yang telaten dan sabar mengajarinya menulis dan membaca. ”Saya senang sekali bisa belajar di sekolah,” kata Firman, Senin (27/7).

Selama diterapkan sistem belajar daring, Firman mengaku sehari harinya mengikuti orang tuanya yang bekerja sebagai buruh bangunan. ”Sore baru pulang ke rumah. Malam baru buat PR. Kirimnya pakai HP (ponsel, red) punya bapak,” akunya polos.

Firman yang tinggal di Jalan Hang Lekir Tanjungpinang ini juga mengaku sangat senang dan gembira saat diizinkan belajar tatap muka, meskipun belajar sendirian di kelas.

”Kan ada ibu guru yang temanin. Jadi bisa belajar nulis dan baca dengan ibu guru,” kata murid kelas dua ini.

Tanpa teman sekelas, Firman Saputra belajar sendiri di SD Negeri 06 Tanjungpinang Timur, Senin (27/7).
(Foto:Yusnadi/Batampos)

Terpisah, guru yang mengajar Firman yakni Rita Zahara, 43 mengatakan, awalnya Firman belajar daring seperti murid lainnya. Namun karena keterbatasan gawai, proses belajar mengajar kurang optimal.

Karena hal tersebut, Rita inisiatif menemui dan meminta orang tua Firman menitipkan anaknya di sekolah. Tujuannya agar Firman dapat belajar tatap muka mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 09.30 WIB.

”Orang tuanya setuju. Kepala Sekolah pun mengizinkan Firman belajar tatap muka terbatas agar pembelajaran lebih optimal,” ungkap Rita.

Firman, kata Rita, termasuk salah seorang murid yang tekun dan rajin belajar. Diakui Rita, tekad dan semangat belajarnya sangat tinggi meskipun di tengah keterbatasan gawai dan kekurangan orang tuanya.

”Alhamdulillah dia (Firman) sudah bisa menulis. Tapi belum lancar mengeja dan membaca karena dia lupa,” ungkap Rita.(*/yus/jpg)