batampos.co.id – Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terjadi disebuah keluarga di Pamulang, Tangerang Selatan. Seorang istri yang tengah hamil, Thayyibah, 28, dianiaya oleh suaminya sendiri Ansari, 40, hingga tewas.

Kapolsek Pamulang Kompol Supiyanto mengatakan, peristiwa terjadi di Jalan Cabe 1 RT 005/004 , Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, pada Minggu (26/7) sekitar pukul 11.30 WIB. Pelaku saat ini sudah ditangkap untuk diproses hukum.

“Kita tangkap suaminya terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang mengakibatkan istrinya meninggal dunia,” kata Supiyanto kepada wartawan, Selasa (28/7).

Supiyanto menuturkan, peristiwa terjadi karena suami merasa kesal kepada istrinya saat menjaga warung miliknya. Sebab, istri dianggap selalu kelebihan memberikan uang kembalian, sehingga membuat rugi. “Sering terjadi salah paham disaat istrinya dalam melayani pembeli sering kembalianya lebih. Karena merasa rugi pelaku ribut dan di tendang, dipukul oleh pelaku,” imbuhnya.

Puncaknya penganiayaan terjadi pada Minggu (26/7). Bogem mentah dilayangkan sang suami kepada istrinya ke bagian wajah, lengan, kaki dan badan. Akibat kekerasan tersebut korban langsung meninggal dunia. “Korban meninggal dunia dan korban saat ini dalam keadaan hamil satu bulan,” pungkas Supiyanto.

Saat ini, pelaku tengah diperiksa oleh polisi akibat perbuatannya. Pelaku dijerat Pasal 44 juncto Pasal 351 KUHP tentang kekerasan dalam rumah tangga.(jpg)