batampos.co.id – Kapal penangkap ikan itu berusaha melarikan diri dengan zig-zag. KN Pulau Dana-323 milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) terus mengejar.

Pada satu titik, kapal berbendera Vietnam tersebut berusaha menabrakkan diri ke kapal kargo asing, MV Akij Ocean, yang tengah melintas. Tapi, gagal.

Berikutnya, kapal ikan itu malah berusaha menabrak KN Pulau Dana-323. Padahal, tim VBSS (Visit, Board, Search, and Seizure) dan RHIB (Rigid Hulled Inflatable Boats), bagian dari kapal patroli Bakamla, sudah turun dan mencoba untuk berkomunikasi dengan pengeras suara.

’’Petugas akhirnya melepaskan tembakan peringatan. Tetap tak digubris, akhirnya petugas menembak anjungan kapal tersebut,” kata Kasubbag Humas Bakamla Letkol Bakamla Mardiono Senin (27/7) tentang insiden pada Minggu (26/7) di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, tersebut.

Barulah setelah itu, kapal tersebut mengurangi kecepatan. Tim VBSS pun mengamankan seluruh ABK (anak buah kapal) di haluan kapal.

Bakamla juga memeriksa seisi kapal ikan tersebut. Mereka menemukan 2 ton ikan yang diduga hasil illegal fishing di Laut Natuna Utara.

Untuk proses lebih lanjut, KN Pulau Dana-323 membawa kapal ikan asing Vietnam itu ke Selat Lampa. ’’Begitu juga dengan seluruh ABK,” kata Mardiono.

Mardiono menjelaskan, penangkapan itu bermula saat menyisir perairan Natuna Utara, KN Pulau Dana-323 mendeteksi komunikasi kapal ikan asing. Namun, kapal tersebut tidak merespons saat petugas Bakamla mengajak untuk berkomunikasi.

KN Pulau Dana-323 segera bergerak untuk mendekat. Komunikasi kembali dilakukan lewat isyarat semafor. Lagi-lagi usaha itu tidak mendapat respons.

”Kapal ikan asing Vietnam tersebut menambah kecepatan dari 2 knot menjadi 8 knot,” katanya.(*/jpg)