batampos.co.id – Kejari Jakarta Timur telah menerima pelimpahan berkas kasus yang melibatkan pemiik toko ponsel asal Batam PS dari Bea Cukai DKI Jakarta. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidus) Kejari Jakarta Timur, Milono, membenarkan ihwal penangkapan PS, yang kini berstatus tahanan kota karena kooperatif.

Kasus PS ditangani Kejari Jakarta Timur lantaran tersangka menjalankan usahanya di kawasan Jakarta Timur, tepatnya di kawasan Kelurahan Batuampar, Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Kejaksaan Negeri Jakarta Timur sudah menerima pelimpahan berkas dari Bea Cukai Kanwil DKI Jakarta. Karena pengadministrasian ada di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Jaktim, maka kelengkapan administrasi dilakukan di sini,” kata Milono di Kantor Kejari Jakarta Timur, Selasa (28/7).

Milono menyebut, proses hukum PS sendiri telah memasuki tahap II, yakni Kejari Jakarta Timur juga telah menerima barang sitaan titipan dari Bea Cukai dan tersangka PS. Selanjutnya, sambungnya, pihaknya akan mempersiapkan proses pelimpahan berkas agar kasusnya bisa segera disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

“Kami sudah mempersiapkan proses pelimpahan berkas ke pengadilan untuk segera melaksanakan acara persidangan terhadap tersangka PS ini,” tuturnya.

Suasana di depan toko pengusaha handphone Kota Batam, PS. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Sumarna, membenarkan bahwa Putra Siregar, salah salah satu pengusaha ponsel di Batam yang mengembangkan sayap usaha ke berbagai daerah di Indonesia, tersandung kasus kepabeanan di Jakarta.

“Benar, itu kasusnya. Penyidikannya sudah agak lama. Baru Kamis, 23 Juli lalu kasusnya dari Bea Cukai Kanwil Jakarta diserahkan ke Kejari Jakarta Timur, berikut barang buktinya maupun tersangkanya,” ujar Sumarna, kemarin.

Dia menyebutkan, penyerahan tingkat dua ke Kejari Jakarta Timur itu memang harus menghadirkan tersangka maupun barang buktinya. “Harus satu paket,” katanya.

Setelah itu, lanjut Sumarna, Kejari mau memasukkan tersangka atau tidak ke sel tahanan, tergantung pihak kejaksaan. Termasuk jika hanya menjadi tahanan kota. “Kan bisa menggunakan mekanisme jaminan atau tersangkanya memang harus dimasukkan (tahanan, red),” jelasnya.(*/jpg)