batampos.co.id – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri, Arison mengatakan apabila Gubernur Kepri, Isdianto menjadi salah satu calon tetap Gubernur Kepri nanti, ia wajib cuti selama 71 hari. Yakni, selama masa kampanye yang sudah ditentukan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

“Kalau redaksionalnya di UU Pilkada dan PKPU ia (Gubernur, red) cuti selama masa kampanye,” ujar Arison menjawab pertanyaan Batam Pos (induk Batampos Online), Selasa (28/7) di Tanjungpinang.

Mantan Ketua KPU Kabupaten Bintan tersebut menjelaskan, berdasarkan keputusan KPU tahapan kampanye untuk Pilkada Kepri adalah terhitung dari 26 September 2020 nanti sampai 5 Desember 2020 mendatang. Artinya, apabila ia mendaftar sebagai salah pasangan calon, maka wajib cuti dari jabatannya adalah selama 71 hari.

“71 hari tersebut bukan dihitung dari hari kerjanya saja. Karena KPU menghitung waktu tersebut termasuk juga hari libur,” jelas Arison.

Terpisah, Gubernur Kepri Isdianto mengatakan masa ia menjadi Gubernur Kepri sangat sempit. Karena ia akan ikut pada kontestasi Pilkada Kepri. Karena selama masa kampanye yang sudah ditentukan oleh KPU, ia harus cuti sampai dengan tenggat waktu yang sudah ditetapkan.

“Yang jelas, sekarang ini kita fokus untuk mengerjakan apa yang sudah direncanakan. Ke depan memang pekerjaan kita akan semakin berat, dan menjadi tantangan tersendiri,” ujar Isdianto.

Keputusannya untuk menjadi salah satu kontestan pada Pilkada Kepri ini juga karena masih banyak mimpi-mimpi besar Kepulauan Riau yang belum terwujud. Ditegaskannya, rencana strategis pembangunan daerah di 2021 mendatang akan dipetakan pada pembahasan APBD 2021 nanti.

“Kita akan kemas pembangunan-pembangunan infrastruktur strategis untuk tahun depan sesuai dengan kebutuhan daerah. Baik itu dibidang infrastruktur pendidikan, sarana dan prasarana. Kita juga terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan PLN untuk meningkatan keandalan listrik di Pulau Bintan dan daerah-daerah lainnya,” jelas Isdianto.(*/jpg)