batampos.co.id – Penularan virus Korona di Singapura meluas ke klaster transportasi masal. Kali ini ada 4 pasien Coronavirus dikaitkan pada sebuah klaster di Pusat Transportasi Terpadu Bukit Panjang. Semua pasien adalah pengemudi seperti laporan operator transportasi SMRT, Minggu (26/7)

Klaster ini pertama kali diumumkan oleh Departemen Kesehatan pada Jumat malam (24/7). Menurut SMRT, tiga pengemudi terinfeksi Covid-19 di rumah tangga mereka. Pengemudi terakhir, pemegang izin kerja Malaysia berusia 28 tahun, dipastikan positif pada Kamis (23/7).

Departemen Kesehatan mengatakan bahwa infeksinya terdeteksi sebagai bagian dari penemuan kasus proaktif dari orang yang bekerja di klaster tempat kerja yang baru muncul. Pekerja itu menunjukkan gejala pada 1 Juli dan kemudian mulai bekerja di Depot Bus Ulu Pandan dan Pusat Transportasi Terpadu Bukit Panjang.

“Keempat pengemudi itu dinyatakan positif antara 7 Juli dan 24 Juli,” kata SMRT seperti dilansir dari AsiaOne, Selasa (28/7).

“Mereka mengendarai layanan transportasi 976, 184, dan 176,” kata SMRT.

Kepala komunikasi SMRT, Margaret Teo, mengatakan perusahaan memantau kondisi pengemudi dengan cermat dan menawarkan bantuan kepada keluarga mereka. Dia menambahkan bahwa karyawan SMRT yang berhubungan dekat dengan keempat pengemudi telah diizinkan tinggal di rumah.

Seorang juru bicara Otoritas Transportasi Darat juga mengatakan bahwa SMRT membantu Departemen Kesehatan dalam hal pelacakan kontak, serta mendisinfeksi MRT dan fasilitas umum. Sebagai tindakan pencegahan, SMRT telah menutup ruang kantin dan staf di pusat transportasi untuk pembersihan menyeluruh dan desinfeksi. Meski begitu, kontak penularan seperti di komuter di angkutan umum dinilai rendah.(jpg)