batampos.co.id – Tahun Ajaran 2020/2021 telah berlangsung sejak 13 Juli lalu. Namun, adaptasi kurikulum pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 masih belum dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ainun Naim (Kemendikbud) pun memberikan penjelasan bahwa kurikulum adaptif tersebut sedang dalam proses finalisasi. Artinya, tidak lama lagi akan ada kurikulum darurat.

“Penyederhanaan itu masih dalam proses penyelesaian,” ujarnya dalam webinar Bincang Pendidikan Tentang Evaluasi Implementasi SKB Empat Menteri, Selasa (28/7).

Akan tetapi, seperti yang pernah diberitahukan sebelumnya, pihaknya juga memberikan fleksibilitas kepada para guru untuk tidak menuntaskan kurikulum seperti kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung normal.

“Guide line yang kita berikan umum saja, misalnya kita beri fleksibilitas, tidak harus butir KD (kurikulum dasar) diselesaikan,” ujarnya.

Apalagi, kata Ainun, kondisi KBM di masing-masing sekolah berbeda. Maka dari itu, butuh penyesuaian, salah satunya dengan memberikan keleluasaan bagi guru dalam pengajaran.

“Keadaan masing-masing sekolah, apalagi daerah juga berbeda, kita lebih baik memberikan semacam finishing belajar yang luas, termasuk belajar untuk taat menjaga kesehatan, kemudian juga pengembangan (pembelajaran),” urai dia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Iwan Syahril menyebutkan, bahwa sekolah tidak perlu memaksakan diri untuk menyelesaikan kurikulum dalam tahun ajaran baru mendatang.

“Masih ada semacam beban mental untuk menghabiskan atau menuntaskan kurikulum. Ini yang mungkin menjadi sebuah catatan, bahwa kurikulum tidak perlu dituntaskan,” ujarnya beberapa waktu lalu. (jpg)