batampos.co.id – Indonesia saat ini tengah dibayangi oleh resesi seperti yang dialami oleh negara tetangga Singapura dan Malaysia. Hal tersebut lantaran wabah virus pandemi Covid-19 yang menyerang perekonomian negara dan aktivitas bisnis belum juga dapat diketahui kapan masa berakhirnya.

Pengamat Indef Bhima Yudhistira mengatakan, terdapat beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh masyarakat dalam menghadapi ancaman resesi tersebut. Hal tersebut berkaitan dengan pengelolaan keuangan dan perubahan gaya hidup yang harus sedikit berhemat.

Pertama, menyiapkan dana darurat merupakan hal yang wajib dilakukan bagi masyarakat yang masih bekerja. Seperti diketahui, saat ini banyak pekerja yang terpaksa harus menelan pil pahit Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai imbas dari Covid-19 yang menyerang perusahaan.

Caranya, kata Bhima, dengan sedikit menaikkan porsi tabungan dari biasanya. Sebab, jika situasi ekonomi terus memburuk bukan tidak mungkin perusahaan akan semakin tercekik yang bisa saja berimbas pada para pekerja.

“Untuk masyarakat sebaiknya menyiapkan dana darurat apabila situasi ekonomi terus memburuk. Setidaknya porsi tabungan dari penghasilan dinaikkan,” ujarnya dilansir dari JawaPos.com, Senin (29/7).

Kedua, lanjutnya, sebisa mungkin berhemat dengan menunda pembelian barang yang tidak penting seperti belanja aksesoris, fesyen, maupun kendaraan. Belanja yang harus diutamakan adalah pembekuan kebutuhan pangan dan kesehatan.

“Tunda pembelian barang barang non-kebutuhan pangan dan kesehatan misalnya menunda beli aksesoris, fesyen, kendaraan bermotor dan sebagainya,” tuturnya.

Terakhir, Bhima menambahkan, pilih instrumen investasi yang aman atau aset investasi beresiko rendah seperti emas. Sebab, semakin buruk kondisi perekonomian emas merupakan aset yang paking diburu masyarakat untuk menyelamatkan dana mereka.

Sehingga saat ini harga emas makin melambung tinggi. “Pilih instrumen investasi yang aman seperti emas,” pungkasnya.(jpg)