batampos.co.id – Sejak diresmikan pada 22 Februari 1978, Masjid Istiqlal tahun ini mulai tampil dengan wajah baru setelah renovasi besar-besaran oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau Masjid Istiqlal di Sawah Besar, Jakarta Pusat yang telah selesai direnovasi pada Rabu (22/7).

Renovasi kompleks Masjid Istiqlal dilakukan mulai Mei 2019 berdasarkan pada konsep tiga relasi utama umat manusia. Yakni, hubungan dengan Tuhan (hablum-minallah), hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas), serta hubungan dengan alam (hablummin alamin).

Area yang berhubungan dengan Yang Mahakuasa diwujudkan oleh bangunan utama masjid yang merupakan tempat ibadah. Hubungan dengan manusia digambarkan dengan plaza, area publik, dan area perdagangan. Sementara itu, hubungan dengan alam digambarkan dengan pepohonan serta penataan kawasan riverfront Ciliwung yang meliuk membelah Istiqlal.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, renovasi Masjid Istiqlal berjalan baik. Terutama pada pekerjaan lanskap dan pencahayaan.”Renovasi besar-besaran untuk pertama kali sejak dibangun 42 tahun lalu insya Allah sudah sesuai dengan harapan masyarakat,” ungkapnya.

Lingkup pekerjaan renovasi Masjid Istiqlal meliputi penataan kawasan, pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektur, mechanical electrical plumbing (MEP), pekerjaan interior dan signage. Renovasi dikerjakan dengan memperhatikan kenyamanan dan ketenangan jamaah. Nuansa warna tugsten kekuningan menyambut saat masuk melalui lobi gerbang Al-Fattah dan As-Salam. Lantai marmer terasa lebih licin karena telah dilakukan beberapa kali proses pelapisan.

Nuansa berbeda juga terlihat saat memasuki ruangan utama masjid. Sebanyak 12 kolom penyangga kubah berlapis krom yang berdiri kukuh terlihat lebih bercahaya dengan sorot lampu yang indah. Bagian atap masjid tampak lebih terang setelah dipasangi 551 lampu LED yang berpendar ke seluruh penjuru ruangan. Bagian dalam kubah masjid semakin anggun dengan warna hijau toska dan ornamen jaring emas yang dihiasi kaligrafi Alquran.

Wajah baru kompleks Masjid Istiqlal yang renovasinya telah selesai dilakukan pada Rau (22/7). Renovasi masjid terbesar di Indonesia muai dilakukan pada Mei 2019. (Humas Kementerian PUPR for JawaPos.com)

Bagian mihrab dipermak total dengan menghilangkan desain lama yang dibuat pada 2011. Mihrab itu memiliki bentuk busur tunggal dengan lingkaran kaligrafi di tengahnya. Ornamen kerawangan tembaga yang berbentuk kaligrafi asmaul husna dibuat untuk memisahkan ruangan imam dengan jamaah. Ruangan salat utama juga terasa lebih sejuk.

“Renovasi Masjid Istiqlal sudah 100 persen dan sudah dilakukan provisional handover (PHO). Saya dan Imam Besar Masjid Istiqlal bersepakat dan berjanji kepada Bapak Presiden Joko Widodo supaya Masjid Istiqlal bisa digunakan saat Idul Adha, Alhamdulillah ternyata bisa,” kata Menteri PUPR.

Menteri Basuki mengatakan renovasi Masjid Istiqlal ini berjalan baik, utamanya pada pekerjaan lansekap dan pencahayaan. “Di dalam masjid ada tanaman Lee Kuan Yew yang sudah menjuntai panjang, beberapa waktu lalu juga sudah dicek Bapak Presiden. Lighting juga sudah kita coba tadi,” tambahnya.

Pekerjaan penataan kawasan meliputi pengembalian aksis Monas dan perapihan zonasi kawasan, perbaikan gerbang, penambahan plaza-plaza sebagai ruang publik, perbaikan tepi/tanggul sungai, penambahan gedung parkir lapis 2 (basement), perbaikan kantin dan penambahan area PKL.

Pekerjaan arsitektur mencakup pekerjaan fasad, lantai, dinding, kusen, jendela, pintu, ruang wudhu, toilet dan kamar mandi. Pekerjaan interior di antaranya adalah interior ruang salat utama, area VIP dan perkantoran pengurus masjid. Pekerjaan MEP di antaranya perbaikan sistem MEP keseluruhan bangunan, instalasi solar panel pada atap selasar, dan perbaikan tata pencahayaan interior dan eksterior. Pekerjaan signage meliputi pergantian signage gerbang, ruang luar dan interior.

Selain itu, untuk mendukung protokol kesehatan pencegahan Covid-19 akan dibangun tempat cuci tangan tambahan di beberapa tempat seperti di dekat pintu masuk dan area food stall (PKL).

Turut mendampingi Menteri Basuki dalam kunjungan ini Dirjen Cipta Karya Danis Sumadilaga, Direktur Operasi I PT Waskita Karya Didit Oemar Prihadi, Direktur Bina Penataan Bangunan Diana Kusumastuti, Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Bob Arthur Lombogia, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Bambang Hery Mulyono, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.(jpg)