batampos.co.id – Gubernur Kepri, Isdianto mengatakan siap maju di gelanggang Pilkada Kepri yang pendaftarannya akan dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri pada 4 September 2020 mendatang, meski berhadapan dengan dua politikus ulung, Soerya Respationo dan Ansar Ahmad.

“Di era demokrasi ini, semua orang punya hak untuk berpolitik dan sudah diatur oleh negara. Yang terpenting adalah kita berpolitik atau bersaing secara sehat, dan tidak melakukan tindakan-tindakan politik yang tidak baik atau black campaign,” ujar Isdianto menjawab pertanyaan media, Selasa (28/7) lalu di Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Meskipun terlahir dari rahim birokasi, baginya pengalaman tersebut menjadi satu kelebihan dan menjadi modal berharga untuk mengarungi kontestasi Pilkada Kepri mendatang.

Ditegaskannya, meskipun harus bersaing dengan dua politikus ulung baginya kedua nama tersebut bukanlah rival politik. “Siapapun kandidat yang maju pada Pilkada Kepri nanti, bukan rival politik yang harus dimusuhi. Karena sejatinya semua kandidat yang maju punya tujuan yang sama, yakni untuk membangun Kepri ke depan menjadi lebih baik. Hanya saja program-rogram kerja yang menjadi pembeda bagi masyarakat untuk menentukan pilihannya,” jelas Isdianto.

Ditegaskan Isdianto, dirinya sudah mengingatkan kepada timsesnya untuk tidak mengganggu ataupun melakukan black campaign. Sehingga merugikan salah satu pasangan calon.

Dikatakannya juga, apabila tidak ada halangan, dirinya dan Suryani akan segera mendeklrasikan diri sebagai salah satu pasangan calon yang akan bertarung di Pilkada Kepri 9 Desember mendatang.

“Setelah mendapatkan kepastian dukungan dari Partai Hanura dan Partai PKS untuk maju di Pilkada Kepri 2020 mendatang, Ya kita akan deklarasi pasangan Isdianto-Suryani dan itu tidak akan lama lagi,” tegasnya.(*/jpg)