batampos.co.id – Pemko Batam terus melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan sektor pariwisata salah satunya melalui Gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA) yang merupakan program dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan, kegiatan BISA kali ini dilaksanakan di Kecamatan Belakang Padang.

Ia menjelaskan, gerakan tersebut merupakan gerakan padat karya yang bertujuan untuk meningkatkan peran pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

Terutama dalam menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan di destinasi untuk memasuki masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19.

“Kegiatan ini berlangsung tanggal 29 sampai 30 Juli ini,” katanya, Kamis (30/7/2020).

Ardi mengatakan, dalam kegiatan tersebut masyarakat bergotong royong untuk membersihkan di lokasi objek wisata.

“Untuk di Belakang Padang membersihkan sampah laut dari Elang-Elang Laut sampai Kampung Gajah,” ujarnya.

Kata dia, Kota Batam mendapatkan dua tempat untuk melaksanakan Gerakan BISA. Sebelumnya gerakan ini telah dilaksanakan di Pantai Nongsa pada 17 dan 18 Juli 2020. Kemudian hari ini di Belakang Padang 29 sampai 30 Juli.

“Belakang Padang memiliki banyak potensi pariwisata. Berbagai kegiatan seperti Sea Eagle Boat Race pernah digelar di Belakang Padang, dan Belakang adalah salah satu kawasan yang masuk dalam rencana pengembangan pariwisata nasional bersama Nongsa dan Pulau Abang,” sebut Ardi.

Pihaknya akan berupaya untuk menggelar kembali agenda pariwisata di Belakang Padang sehingga pariwisata di kawasan tersebut semakin bergairah.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar, menyebutkan Provinsi Kepri mendapat lima tempat pelaksanaan Gerakan BISA.

Yakni Batam yang dilaksanakan di Nongsa dan Belakang Padang, Karimun, Bintan, dan Pulau Penyengat.

Ia mengajak untuk mengangkat kembali pulau bersejarah di Kepri seperti Pulau Penyengat di Tanjung Pinang dan Belakang Padang di Kota Batam.

Pemko Batam terus melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan sektor pariwisata salah satunya melalui Gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA) yang merupakan program dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Foto: Disbudpar Kota Batam

“Mari membangun Belakang Padang, provinsi akan membackup. Mari bersama kita berdoa Covid-19 reda sehingga Januari mendatang bisa melaksanakan aktivitas kembali,” ujarnya.

Kasubid Kelembagaan Regional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kamal Rimosan, mengatakan kegiatan ini merupakan program dari Presiden yang diturunkan kepada Kemenparekraf.

Di masa new normal beradaptasi kebiasaan baru diterjemakan dalam bentuk program besar, ada kebersihan, kesehatan, keselematan, dan kelestarian lingkungan yang diterapkan dalam Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman).

“Gerakan ini untuk memberikan semangat kepada kita dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru, Kita harus menyiapkan destinasi BISA untuk wisatawan sehingga mereka merasa nyaman datang ke objek wisata,” katanya.

Mewakili Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf atau Baparekraf, Guntur Sakti, menyampaikan, Gerakan BISA bertujuan untuk mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat yang terdampak ekonomi ikut berkontribusi dalam rangka mewujudkan nilai-nilai Sapta Pesona.

Yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah, dan kenangan. Karena hal ini sangat penting untuk menarik wisatawan serta mendorong perbaikan indikator Health and Hygiene dan Safety and Security di lingkungan destinasi pariwisata guna meningkatkan peringkat Indeks Daya Saing Pariwisata Indonesia (Travel and Tourism Competitiveness Index).

Melalui Pelaksanaan Gerakan BISA diharapkan para pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat cepat berdaptasi dengan tatanan atau kebiasaan baru sesuai dengan prinsip higiene dan sanitasi yang baik.

Guntur mengajak masyarakat untuk terus menjaga destinasi pariwisata dengan menjaga kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan.
“Kalau kampung kita tak bersih, indah, sehat, aman, jangan harap wisatawan mau kesini,” tegasnya.

Camat Belakang Padang, Yudi Admaji, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf karena telah memilih Pulau Penawar Rindu sebagai lokasi melaksanakan gerakan ini.

“Kecamatan Belakang Padang sebagai kecamatan pertama di Kota Batam memiliki banyak sejarah,” paparnya.

Kecamatan yang dijuluki dengan Pulau Penawar Rindu itu memiliki potensi banyak pariwisata.

Di antaranya wisata sejarah, seperti adanya Kantor Camat pertama, Pulau Sambu, dan Pulau Tolob yang memiliki cagar budaya berupa Makam Syeh Syarif Ainun Naim bin Maulana Ishaq yang dikenal dengan Sunan Thulub.

Kemudian Belakang Padang juga terkenal dengan wisata kulinernya seperti Cendol Belakang Padang.

“Selain itu juga dikenal dengan wisata budayanya seperti tari, zikir barat, dan rumah gasing,” ujarnya.

Kata dia, sejumlah elemen masyarakat dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya pengemudi becak, ojek, tokoh wanita, pemuda, dan instansi.

“Kami mengucapkan selamat datang di Belakang Padang, Pulau Penawar Rindu,” ucapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf yang terus mendukung pariwisata Kota Batam.

Pelaksanaan Gerakan BISA juga merupakan bagian dari upaya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio yang mengajak seluruh pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif optimis agar dapat segera bangkit dari tekanan pandemi Covid-19.

Dengan menjalankan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum yang operasionalisasinya di terapkan di sektor industri pariwisata dan ekonomi kreatif.(*/esa)