batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan menggelar rapat terkait rencana pembukaan kembali belajar tatap muka di sekolah, jelang kebijakan pembukaan sekolah di luar zona hijau.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengakui ada keresahan saat ini yang tengah dihadapi orangtua karena anak-anak belajar dari rumah. Banyak keluhan yang disampaikan karena belajar dari rumah dinilai kurang efektif.

”Sekarang yang sekolah itu ibu-ibu, sedangkan anaknya tidak. Kalau ada tugas, langsung panggil orangtua. Jadi ini membuat orangtua resah. Makanya saya ingin membahas ini bersama guru dan Dinas Pendidikan,” kata Rudi, Rabu (29/7).

Rudi menjelaskan, dalam rapat nanti akan dibahas teknis belajar tatap muka yang aman bagi siswa. Menurutnya, sekolah dengan kapasitas siswa penuh memang tidak bisa diterapkan saat pandemi seperti sekarang ini. Namun, pihaknya bersama dinas terkait dan kepala sekolah akan mencari solusi, agar tatap muka berjalan dengan lancar nantinya.

”Ini yang akan kita dudukkan bersama-sama. Kira-kira apa solusi terbaik untuk menghadapi keresahan orangtua ini,” ujarnya.

Rudi mengungkapkan, persoalan saat ini tidak saja mengenai keresahan orangtua. Namun juga, sekolah yang menerapkan dua sif. Saat ini, beberapa sekolah terpaksa belajar dua sif karena banyaknya siswa yang masuk ke sekolah negeri.

Jika sekolah satu sif, menurut Kepala BP Batam ini, sebenarnya tidak ada masalah. Siswa akan dipecah karena jumlah per kelas yang mencapai 40 orang siswa. Masing-masing sekolah akan diisi 20 orang siswa, agar jarak masing-masing anak tetap terjaga dan aman.

”Nanti kita buat dua sif dengan rentang waktu belajar yang lebih singkat. Gambaran sudah ada, tapi harus dibahas dulu. Sebab ini melibatkan banyak anak dan perlu disetujui. Sebagai pengambil kebijakan saya harus bersikap. Untuk itu saya akan bahas ini besok (hari ini, red),” terangnya.

Selain itu, anak berada di sekolah hanya untuk belajar. Pihaknya juga akan menghapus waktu istirahat untuk memaksimalkan jam belajar siswa ketika tatap muka.

”Kita bisa buat satu sif selama 2,5 jam. Usai belajar anak langsung pulang dan dijemput orangtua. Siswa juga wajib mengenakan masker dan protokol kesehatan harus jalan di sekolah. Untuk itu saya rapat bersama kepala sekolah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Mudah-mudahan bisa diputuskan,” tutupnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan mengatakan, bila dibandingkan dengan tatap muka, memang belajar daring kurang maksimal. Meskipun guru sudah berusaha memberikan yang terbaik. ”Nanti terserah pimpinan mau seperti apa. Kalau keluhan orangtua pasti ada. Sebab anak kan belajar dari rumah sekarang ini,” ujarnya. (*/jpg)