batampos.co.id – Jaringan Prostitusi online semakin marak di wilayah Batuaji. Selama pandemi Covid-19, sedikitnya sudah ada tiga jaringan prostitusi yang diungkap oleh jajaran Polsek Batuaji. Dua kasus di antaranya melibatkan anak di bawah umur.

Dilansir harian Batam Pos, kasus pertama adalah jaringan prostitusi online yang melibatkan pelajar aktif SMP dan SMK yang diungkap Maret lalu. Dua orang tersangka kasus eksploitasi anak dan perdagangan orang tersebut juga anak di bawah umur yang masih aktif sebagai siswi SMK.

Untuk jaringan prostitusi dengan muncikari yang juga berstatus pelajar ini, juga banyak merekrut pelajar untuk dijadikan sebagai wanita penghibur. Praktiknya sama, yakni memasarkan para korban melalui aplikasi MiChat.

Selanjutnya, kasus yang baru terkuak sepekan belakangan ini juga melibatkan pelajar SMP untuk dijadikan sebagai wanita pemuas nafsu. Dua pemuda pengangguran yang memasarkan korban sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolsek Batuaji.

Pengungkapan terakhir adalah jaringan prostitusi dengan muncikari seorang janda beranak satu tersebut. ”Masih marak. Yang terbaru ini dua kasus yang kami tangani. Praktiknya sama, tapi beda jaringan. Satu melibatkan anak di bawah umur, satu lagi wanita dewasa,” ujar Kapolsek Batuaji, Kompol Jun Chaidir.(*/jpg)