batampos.co.id – Warga RW 01, Batu Besar, Kecamatan Nongsa, akan mengembalikan bantuan paket sembako tahap empat yang rencananya akan didistribusikan pada Agustus 2020 mendatang.

Ketua RW 01 M Syahhid Yusri, mengatakan, saat melakukan pertemuan antara warga dan perangkat RT setempat, disepakati bantuan paket sembako tersebut dikembalikan ke kelurahan karena jumlahnya tidak sesuai dengan warga yang seharusnya mendapatkan bantuan tersebut.

“Jumlah kuota tahap awal tiap RT hanya menerima 70 paket sembako dan kita sudah menginstruksikan kepada perangkat RT untuk melakukan pendataan lagi kepada warganya, sesuai arahan dari Wali Kota Batam melalui lurah setempat,” jelasnya, Kamis (30/7/2020).

Namun kata dia, sejak diajukan sebelum tahap dua mulai didistribusikan, penambahan paket sembako masih jauh dari kata cukup.

Kata dia, hingga pembagian tahap empat pengajuan data yang telah dilakukan sejak dulu tidak direspon oleh pihak kelurahan.

Beberapa waktu lalu pihaknya juga sempat menanyakan kejelasan data penambahan penerima bantuan. Namun pihak kelurahan beralasan bahwa penyerahan data tersebut telah terlambat.

Warga RW 01, Batu Besar, Kecamatan Nongsa, melakukan pertemuan untuk membahas kekurangan paket sembako yang mereka terima. Warga RW 01 Batu Besar sepakat untuk mengembalikan bantuan paket sembako tahap empat yang rencananya akan didistribusikan pada Agustus 2020 mendatang karena jumlahnya tidak sesuai dengan yang mereka ajukan. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

“Kasian warga yang belum menerima sejak tahap awal, dan masih belum ada kejelasan hingga tahap empat ini,” ujarnya.

Ia mengatakan dari empat RT yang di bawahinya, teradapat dua RT yang kekurangan paket sembako paling banyak. Yaitu RT 02 dan RT 04.

Sementara itu, Ketua RT 02 Nur Basir, mengutarakan, pihaknya sudah menyerahkan data sejumlah 370 data KK, sesuai arahan dari kelurahan untuk penambahan jumlah kuota paket sembako.

Namun sejak tahap satu hingga bantuan tahap tiga yang langsung didistribusikan kepada masing-masing RT, masih mengalami kekurangan hingga 101 paket.

Kata dia, beberapa cara sudah dilakukan untuk mencukupi Kekurangan itu. Salah satunya warga yang membantu melakukan pendistribusian yang telah terdata tidak mengambil haknya.

“Ini menjadi tekanan batin terhadap saya pribadi. Saat masih ada warga yang tidak mendapatkan bantuan, namun stok juga telah tiada,” paparnya.

Di lokasi yang sama, Ketua RT 04, Hardison, menyampaikan, jumlah kekurangan yang terjadi di wilayahnya telah terjadi sejak tahap satu lalu.

Dari jumlah 308 KK yang telah diajukan datanya, pihaknya baru menerima sebanyak 260 paket sembako sejak tahap dua lalu.

Di tambah lagi kekurangan paket sembako serta pengajuan penambahan data ke kelurahan telah dilakukan, tapi memang belum ada informasi lanjutan dari pihak Kelurahan.

“Kami harap dengan dengan adanya hal ini menjadi perhatian khusus oleh pemerintah, bahwa program penyaluran bantuan masih banyak kekurangan,” jelasnya.(nto)