batampos.co.id – Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian menyetujui dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam yaitu Nongsa Digital Park (NDP) dan MRO Batam Aero Technic (BAT).

Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam dan KEK, Endri Azan, mengatakan, KEK dibentuk sebagai strategi baru untuk mendorong industri.

Menurutnya, dengan adanya KEK daya saing Kota Batam akan semakin meningkat.

“Sasarannya adalah daerah strategis yang lebih dekat dengan pasar global yang dekat dengan bandara dan pelabuhan,” kata Endri, Minggu (2/8/2020).

Ia menjelaskan, daya saing KEK Batam dengan KEK lainnya di Indonesia yaitu KEK Batam memiliki keunggulan dari segi geo-ekonomi dan geo-strategic dibanding daerah lain.

Infrastruktur dalam KEK Batam juga sudah terbangun serta kegiatan bisnis exsisting di dalam KEK sudah berjalan.

“Saat ini KEK NDP sudah berkolaborasi di bidang ekonomi digital dengan Singapura letak yang srategis dan akses transportasi yang mudah, menjadi platfrom industri digital dan pengembangan incubator start-up,” tuturnya.

Nongsa Digital park (NDP) menjadi salah satu yang disetujui untuk menjadi Kawasan ekonomi Khusus (KEK) di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Selain itu kata dia, saat ini ada 7 kabel FO terhubung langsung di NDP ke Singapura dan Jepang untuk memaksimalkan pengembangan data Center dan Industri Animasi.

“Untuk KEK MRO mampu meningkatkan MRO dalam negeri, serta menangkap pasar industri penerbangan di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik,” jelasnya.

Di KEK MRO lanjutnya telah dibangun pendidikan vokasi, yaitu Kirana Angkasa Politeknik di bidang aviasi.

Menurutnya ada beberapa manfaat ekonomi KEK Kota Batam bagi negara.

“NDP manfaat ekonominya sebagi entry point untuk perusahaan IT internasional dari Singapura dan mancanegara,” ujar Endri.

Sedangkan KEK MRO lanjutnya mampu menghemat devisa maskapai nasional yang selama ini mengalir ke luar negeri.

Sejumlah mekanik sedang melakukan pengecekan pesawat Lion Air di Hanggar Lion Bandara Hang Nadim Batam. Foto Diambil beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Sementara itu Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, KEK NDP dikelola oleh PT Taman Resor Internet (Tamarin) dengan luas lahan 166,45 hektar.

Sedangkan KEK MRO BAT dikelola oleh PT Batam Aero Teknik dengan luas lahan sekitar 30 hektar di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

“Status usulannya sudah lengkap, baik yang KEK NDP ataupun KEK MRO BAT,” katanya.

Dua KEK yang berada di Kecamatan Nongsa tersebut diharapkan bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Batam.

Ditargetkan untuk KEK NDP ditargetkan bisa menyerap 16.500 tenaga kerja, saat ini sudah terserap 1.395 tenaga kerja.

Sedangkan untuk KEK MRO BAT ditargetkan bisa menyerap 9.976 tenaga kerja hingga tahun 2025 mendatang.

Sehingga total tenaga kerja yang bisa terserap dari kedua KEK tersebut sebanyak 26.476 orang.

“Nilai investasinya untuk KEK NDP sekitar Rp 16 triliun. Sedangkan untuk investasi KEK MRO BAT sekitar Rp 6,2 triliun,” katanya.(esa/adv)