batampos.co.id – Setelah pelarian panjangnya selama 11 tahun dari jeratan hukum, Djoko Tjandra akhirnya berhasil dicokok oleh Polri. Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni mengatakan, polisi harus tetap bergerak cepat untuk mengusut pihak-pihak yang berkontribusi dalam melindungi tersangka kasus hak tagih Bank Bali tersebut.

Menurut Sahroni, investigasi terhadap lembaga hukum ini wajib dilakukan tidak hanya oleh kepolisian maupun kejaksaan, namun juga Kemenkumham.

“Kami mendesak para penegak hukum, khususnya Kemenkumham, untuk segera menindak oknum internal mereka yang terlibat dalam meloloskan Djoko Tjandra. Kepolisian dan Kejaksaan sudah melakukan investigasi internal, jadi kita juga mendesak Kemenkumham untuk melakukan tindakan serupa,” ujar Sahroni kepada wartawan, Sabtu (1/8).

“Polisi juga harus melakukan investigasi terhadap kasus ini tidak hanya di jajarannya tapi juga di institusi lain seperti Kemenkumham dan Kejaksaan, agar kasusnya terang benderang,” lanjutnya.

Menurut Sahroni, status buronan Djoko Tjandra selama 11 tahun menunjukkan bahwa ada campur tangan penegak hukum dalam melindunginya selama kabur dari kejaran polisi.

Tertangkapnya Djoko Tjandra, kata Sahroni, membuat peluang untuk mengungkap semua pihak yang bersekongkol dalam memberi perindungan kepada Djoko Tjandra bisa dibongkar habis.

“Jadi nggak hanya Polri, tapi juga pengacara, Kemenkumham, kejaksaan, pokoknya semuanya harus diusut dan diselidiki dugaan keterlibatannya,” ungkapnya. (jpg)