batampos.co.id – Direktorat Kriminal Umum Polda Kepri mengamankan seorang rentenir dan debt collector di Perumahan Hang Lekir, Legenda Malaka, Jumat (31/7) pukul 14.30 lalu.

Penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat, Harianto yang mengaku rumahnya didatangi beberapa orang preman. Para preman ini menakut-nakutinya dan masuk ke dalam rumahnya.

”Begitu kami dapat laporan, langsung melakukan penyelidikan,” kata Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Kepri AKBP Ruslan A Rasyid, Minggu (2/8).

Harianto mengaku diancam para preman suruhan dari Ja dan Hr. Kedatangan para preman ini dengan tujuan mengusir Harianto keluar dari rumahnya. Karena Harianto sudah meminjam uang Rp 450 juta dari Ja. Setiap bulannya, Harianto dipaksa membayar Rp 54 juta beserta dengan bunga 15 persen.

”Awalnya lancar selama dua bulan. Namun di bulan ketiga korban ini hanya membayarkan Rp 30 juta,” ungkapnya.

Para preman ini meminta Harianto mengosongkan rumahnya. Lalu Ja telah membuat Akta Jual Beli (AJB) dari salah satu notaris. ”Pembuatan AJB ini tanpa sepengetahuan dari Harianto,” ucap Ruslan.

Karena adanya dugaan pemaksaan dan pemerasan, Harianto melaporkan kejadian ini ke Mapolda Kepri. “Ia (Harianto) melaporkan itu dengan harapan bahwa preman itu tidak mendatangi korban dan menyuruh preman-preman itu (tidak datang lagi ke rumahnya) sampai proses hukum yang keluar,” ujar Ruslan.

Walaupun sudah membuat laporan, para preman ini tetap beraksi dan mencoba menakut-nakuti Harianto. Sehingga, ia melaporkan ini langsung ke Polda Kepri. Begitu mendapat laporan, Ruslan menuju ke lokasi. Namun Hr dan preman-preman bayarannya itu sudah pergi meninggalkan lokasi.

“Sesudah itu kami hubungi lagi, datanglah pelaku ini bersama preman-premannya itu,” ucap Ruslan.

Pelaku sempat bertindak arogan di hadapan Ruslan dengan membawa-bawa nama mantan pejabat Polda Kepri dan Polresta Barelang. Namun pihak kepolisian tetap membawa pelaku untuk diperiksa.

“Karena dia membawa centeng-centengnya itu, ya saya langsung tangkap saja. Nggak perlu cari-cari lagi,” pungkasnya. (*/jpg)