batampos.co.id – Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) Nadiem Makarim untuk membuka sekolah di zona non hijau menuai kritik. Sebab, selain di zona hijau, pembukaan sekolah dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan peserta didik.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim mengungkapkan, wacana ini telah melenceng dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

“SKB Empat Menteri itu masih berlaku. Dijelaskan bahwa sekolah yang boleh dibuka selama pandemi adalah sekolah yang ada di zona hijau. Itu pun dengan yang sangat ketat,” ujar Satriwan dilansir JawaPos.com, Senin (3/8).

Kata Satriwan, hal ini merupakan suatu langkah yang tidak tepat di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, zona hijau saja masih rawan, apalagi yang berada di zona non hijau.

“Ini sama saja membunuh pelan-pelan para siswa dan guru kalau membuka sekolah ini, tanpa didasari kepada penelitian, tanpa didasari semacam penilaian asesmen dari ikatan dokter anak, dari KPAI, dari pemangku kepentingan pendidikan. Karena apa? Kesehatan dan keselamatan siswa dan guru yang utama,” ujarnya.

Padahal, sebelumnya pemerintah berkomitmen untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan para murid dan guru. Namun, dengan adanya rencana pembukaan satuan pendidikan, kedua hal tersebut pun akan terancam.

“Oleh karena itu pemerintah jangan gegabah, pentingkan kesehatan serta keselamatan anak dan guru, seperti komitmen pemerintah awalnya. Jangan sampai komitmen itu berubah gara-gara mengutamakan ekonomi,” tambah Satriwan. (jpg)