batampos.co.id – Wabah Covid-19 menyebabkan kinerja industri pengolahan terkontraksi 6,19 persen year-on-year (yoy), dan industri nonmigas terkontraksi 5,74 persen yoy sepanjang kuartal-II 2020.

Dari kelompok industri nonmigas, hanya tiga industri yang masih tumbuh positif dan selamat dari goncangan Covid-19.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, memaparkan, ketiga industri yang selamat yaitu:

  1. Industri makanan dan minuman (tumbuh 0,22 yoy)
  2. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional (tumbuh 8,56 persen)
  3. Industri logam dasar (tumbuh 2,76 persen).

Sementara itu, enam industri pada kelompok industri nonmigas babak belur dihantam Covid-19.

Ilustrasi. Masyarakat Batam saat membeli masker di Apotek Kimia Farma. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tetap tumbuh di tengah pandemi Covid-19. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Di sisi lain, industri batu bara dan pengilangan migas yang masuk kelompok industri pengolahan mencetak kinerja yang sangat buruk.

“Kalau dilihat yang menyebabkan kontraksi (di pengolahan yaitu) karena industri batu bara dan pengilangan migas -10,31 persen,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/8/2020).

Begitu pula juga dengan enam industri lainnya yang babak belur terdampak Covid-19. Seperti industri pengolahan tembakau (-10,84 persen), industri tekstil dan pakaian jadi (-14,23 persen), serta industri karet, barang dari karet dan plastik (-11,98 persen).

Selanjutnya, industri barang logam diantaranya komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik (-9,29 persen), industri mesin dan perlengkapan (-13,42 persen), dan terakhir industri alat angkutan (-34,29 persen).(jpg)