batampos.co.id – Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam, benar-benar sibuk beberapa hari belakangan ini. Mereka menerima sedikitnya 800 sampel swab dalam tiga hari terakhir. Sampel terbanyak dari Tanjungpinang, yakni 500 sampel.

Kasubag TU BTKLPP kelas I Batam, Ismail, menuturkan, ini jumlah sampel terbanyak yang ditangani BTKLPP sejak pandemi Covid-19. ”Biasanya paling 300 sampel dalam sepekan, tapi tiga hari terakhir ini naik sampai 800 sampel. Terbanyak sepanjang sejak Covid-19 mewabah,” ujar Ismail.

Sampel-sampel yang sudah dan sedang diperiksa ini umumnya hasil tracking contact dari klaster gubernur dan polisi. ”Paling banyak dari Tanjungpinang dan Bintan. Itu sekitar 500 dan sampel. Sisanya Batam,” sebut Ismail.

Sampel yang di-swab ini termasuk sampel Wali Kota Batam, Muhamad Rudi, dan Wali Kota Tanjungpinang, Rahma. ”Untuk Wali Kota Batam sudah ada hasilnya, tapi yang berhak sampaikan ke publik itu tim Satgas atau Kadinkes,” ujarnya.

BTKLPP Batam saat ini memiliki dua mesin polymerase chain reaction (PCR) untuk pengecekan sampel Covid-19. Masing-masing mesin mampu mengecek 92 sampel sekali jalan dengan maksimal waktu yang dibutuhkan delapan jam.

”Dua mesin maksimal 150 sampel karena ada kendala di ekstraksi sampel juga. Waktu yang dibutuhkan sekitar delapan jam, mulai dari identifikasi sampel, sampai scan PCR-nya,” ujar Ismail.

Mesin seperti ini, sambungnya, juga sudah dimiliki Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang. Sehingga, Senin (3/8), pihaknya sudah mengirim 50-an sampel untuk diperiksa di RSKI Galang. ”Yang di sana (RSKI Galang, red) jangkauan masih kecil, tapi tak apa karena sangat membantu kami,” sebutnya.

Untuk proses swab ini, lanjut Ismail, hasilnya sudah dipastikan akurat karena peralatan dan proses swab sesuai dengan SOP dari Litbangkes. ”Bahkan hasilnya kita update dengan Litbangkes. Hasil deteksinya seperti apa, itulah pastinya. Metode pengecekan sama kok dengan proses swab setanah air, jadi pasti akurat,” tegas Ismail.(*/jpg)