batampos.co.id – Saat ini di Bandara Internasional Hang Nadim sudah ada tempat pengujian rapid test mandiri, namun dinilai belum membantu seluruh calon penumpang pesawat yang terbang melalui bandara tersebut. Pasalnya, klinik tersebut hanya melayani calon penumpang Lion Group.

Direktur Badan Usaha dan Telekomunikasi Informasi Komunikasi (BUTIK), Suwarso, membenarkannya. ”Iya, baru ada untuk Lion Group saja. Sedangkan untuk maskapai lain belum ada,” katanya kepada Harian Batampos, Selasa (4/8).

Dulu, kata Suwarso, sempat ada. Namun, diprotes banyak pihak, sehingga ditiadakan hingga kini. Mengenai adanya permintaan masyarakat agar diadakan kembali tempat rapid test di Hang Nadim, Suwarso meminta agar bersurat ke Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.

”Kami mendukung, namun sifatnya menunggu disposisi. Apabila disetujui (kepala BP Batam), kami laksanakan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, ada dua penyedia fasilitas kesehatan (faskes) yang mengajukan untuk diberikan ruang pengecekan rapid test mandiri di Hang Nadim. ”Mereka mengajukan ke saya, tapi kan saya tidak bisa memberikan keputusan. Semua di BP Batam, silakan ajukan ke sana,” ucapnya.

Dua faskes itu, adalah Kimia Farma dan Medilab. ”Ya, kami menunggu saja. Apabila di-acc (setujui) atasan, kami tindaklanjuti,” tuturnya.

Suwarso menambahkan, kemudahan dan kelonggaran yang diberikan pemerintah pusat, cukup mendongkrak jumlah penumpang yang berangkat dan datang melalui Bandara Hang Nadim Batam. Hanya dengan dokumen rapid test yang berlaku 14 hari, masyarakat bisa menggunakan moda transportasi udara.

”Saat ini jumlah penumpang semakin mambaik. Rata-rata 3.000 orang per hari,” sebutnya. (*/jpg)