batampos.co.id – Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac menyatakan proses uji klinis vaksin itu akan mulai dilakukan pada 11 Agustus di Kota Bandung. Uji klinis vaksin dilakukan di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, dilanjutkan dengan lima tempat lain yang menjadi lokasi uji klinis.

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac Kusnandi Rusmil mengatakan, pada 11 Agustus, para relawan uji vaksin akan dilakukan tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk memastikan kondisi kesehatan.

”Nanti yang mendaftar diperiksa kesehatannya. Banyak syarat. Tanggal 11 dites uji usap, supaya enggak kerja dua kali. Jadi bisa saja semua mendaftar, diperiksa dulu oleh tim dokter, semuanya sudah oke. Mungkin ada yang tidak bisa ikut,” kata Kusnandi seperti dilansir dari Antara.

Uji klinis itu, kata dia, akan melibatkan sekitar 20 dokter spesialis dan 30 dokter umum. Dalam satu hari, uji vaksin itu hanya akan diikuti sekitar 20–25 relawan di tiap tempat. Selain Rumah Sakit Pendidikan Unpad, uji vaksin itu juga dilakukan di lima tempat lain yakni Balai Kesehatan Unpad di Dipatiukur, Puskesmas Garuda, Puskesmas Sukapakir, Puskesmas Dago, dan Puskesmas Ciumbuleuit.

Sejauh ini, Kusnandi memastikan, uji klinis vaksin itu sudah siap untuk dilakukan. Pendaftaran untuk menjadi relawan juga sudah dibuka sejak beberapa waktu lalu. Sudah ada 620 relawan yang mendaftar diri untuk ikut serta dalam uji klinis vaksin itu.

Sebelum pendaftaran uji vaksin itu dibuka, sudah banyak calon relawan juga yang ingin mengikuti uji vaksin itu. Meski sudah ada 620 relawan yang terdaftar, permintaan keikutsertaan masyarakat lain juga cukup banyak.

Sejauh ini, menurut dia, belum ada pejabat publik yang mendaftar untuk menjadi relawan uji vaksin itu. Meski begitu para pejabat mendukung pelaksanaan uji vaksin tersebut. ”Kalau ASN belum ada ya, paling dokter teman-teman saya di daerah, kan harus orang Bandung,” ujar Kusnandi.(antara)