batampos.co.id – Kualitas pelayanan ambulans gawat darurat di Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) RSUD Tarempa belum dapat optimal. Pasalnya ambulans terpaksa berputar arah jauh, karena jembatan Selayang Pandang (SP) ditutup untuk kendaraan roda empat dan roda tiga beberapa waktu yang lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Anambas, Herianto mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi ke dinas perhubungan.

“Hal itu terkait jalan SP dapat dibuka khususnya untuk kendaraan ambulans, mengingat jika ada pasien emergency yang berlokasi di Kecamatan Siantan atau ke arah Antang membutuhkan layanan cepat tanggap. Apalagi pasien ibu hamil dan mengalami pendarahan, itu harus cepat ditolong,” kata Herianto, Kamis (6/8/2020).

Lanjut dia lagi mengatakan, hal ini sebagai antisipasi dalam pelayanan kesehatan. “Kita sudah diskusikan itu ke Direktur RSUD Tarempa juga,” sebutnya.

Di sisi lain Kepala Bidang Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas, Nurullah mengungkapkan pihaknya tidak melarang semua mobil apapun untuk melintas. “Kami cuma menghimbau, makanya portal kami buka,” kata Nurullah.

Sementara itu, seorang warga yang enggan ditulis namanya mengatakan jembatan Selayang Pandang itu saat ini dalam kondisi keropos. Jika dibuka untuk semua kendaraan bermotor roda 4 dan roda tiga secara terus-menerus akan mengakibatkan jembatan itu akan semakin rusak parah.

“Lebih baik dibatasi hanya untuk ambulans gawat darurat saja, “sebutnya.(fai)