batampos.co.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri mengamankan tujuh pengedar narkotika jenis sabu dan satu pucuk sejata api jenis revolver kaliber 38.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, mengatakan, pihaknya juga mendapati 1.091 gram narkotika jenis sabu.

Ia menjelaskan, pada Rabu (5/8/2020), tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Kepri mendapatkan informasi tentang beredarnya narkotika jenis sabu di wilayah Batu Aji, Kota Batam.

Setelah mendapatkan informasi tersebut tim langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan dua orang pelaku berinisial AK dan H yang diduga sebagai pelaku pengedar narkotika jenis sabu.

“Saat dilakukan penangkapan AK melakukan perlawanan dengan mengeluarkan sepucuk senjata api revolver kaliber 38 dan mengarahkan senpi ini kepada anggota,” jelasnya.

Kata dia, mendapatkan perlawanan tersebut, personel Ditresnarkoba Polda Kepri dengan cepat melakukan penyergapan.

“Lalu terjadi pergumulan dan anggota berhasil mengamankan dan pelaku tidak sempat menembakan senjata api yang ia miliki,” katanya lagi.

“Bersamaan dengan itu, kemudian tim melakukan penggeledahan terhadap tersangka berinisial H. Dari H ditemukan dua bungkus barang yang diduga narkotika jenis sabu dan senjata tajam jenis Badik,” tuturnya lagi.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, memperlihatkan barang bukti senjata api yang diamankan dari pelaku pengedar narkotika. Foto: Humas Polda Kepri untuk batampos.co.id

Kemudian lanjutnya, diketahui bahwa narkotika jenis sabu tersebut adalah sejenis tawas dan dari hasil pemeriksaan terhadap AK ditemukan kartu identitas dari salah satu institusi negara yang diduga kartu identitas tersebut palsu.

“Kemudian kedua orang tersangka dibawa ke Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” paparnya.

Ia menjelaskan, atas kepemilikkan senjata api oleh AK telah dilakukan koordinasi dengan Ditreskrimum Polda Kepri untuk dilakukan investigasi.

“Tindak lanjutnya diserahkan kepada Ditreskrimum Polda Kepri,” ujarnya.

Tidak berhenti sampai disitu, selanjutnya tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Kepri melakukan pengungkapan terhadap kepemilikkan dan peredaran narkotika jenis sabu.

“Tempat kejadian perkara berada di wilayah Sekupang, Kota Batam. Tim berhasil mengamankan 1.091 gram narkotika jenis sabu dari lima orang tersangka berinisial SB, AQ, N, AA dan SI,” katannya.

“Dari barang bukti tersebut benar bahwa itu adalah narkotika jenis sabu dan sudah dilakukan pemeriksaan dari Labfor Cabang Pekanbaru” ujarnya lagi.

Ia mengatakan, Polda Kepri prihatin dengan maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kepulauan Riau.

Lebih membahayakan lagi lanjutnya, para tersangka ini melengkapi dirinya dengan senjata api.

“Bersyukur dari tim Opsnal kami cukup profesional dalam mengamankan pelaku, sehingga tidak ada petugas yang terluka,” paparnya.

“Tersangka yang kita amankan di wilayah Sekupang ini modusnya adalah dengan memasukkan narkotika tersebut ke dalam anusnya,” katanya.

Narkotika tersebut kata dia, akan dikirim ke Lombok Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat dengan menggunakan Kapal Barang.

“Tersangka lima orang ini kita lakukan penangkapan di Pelabuhan Beton Tanjung Riau, Sekupang. Setiap orangnya memasukan dua paket narkotika jenis sabu ke dalam anusnya,” tuturnya.

“Untuk tersangka yang memiliki Narkotika jenis sabu dikenakan Pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (10 Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Mati/Pidana Seumur Hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” jelasnya.

Sementara untuk tersangka pengguna senjata api, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk penerapan pasalnya.(*/esa)