batampos.co.id – Seorang karyawan BUMN, AO, ditemukan tewas di lantai 21 kamar nomor 2119 Apartemen Margonda Residence V, Depok, Jawa Barat pada 4 Agustus 2020 sekitar pukul 20.15 WIB. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus membeberkan detik-detik pembunuhan wanita berumur 36 tersebut.

Kasus ini bermula dari kekesalan pelaku FM, 37, yang tak terima kekasihnya itu kerap bermain hati dengan pria lain. “Akhirnya tersangka FM merencanakan untuk memberi pelajaran keras kepada korban AO,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (7/8).

Pada Selasa (4/8), pelaku menghubungi korban untuk menemuinya. Keduanya pun sepakat bertemu di Stasiun Depok Baru pukul 13.00 WIB. Ternyata, saat melakukan pertemuan itu, pelaku sudah membawa palu karet dan lakban bening.

“Tersangka menjemput korban di Stasiun Depok Baru, kemudian dari Stasiun Depok Baru tersangka berboncengan dengan korban menggunakan sepeda motor milik korban menuju ke Mares (Margonda Residence) V,” jelas Yusri.

Berdasarkan pengakuan pelaku, pertemuan ini untuk melepas rindu, sekaligus menyelesaikan masalah asmara mereka. Namun, perbincangan panjang antar keduanya menemui jalan buntu. Korban tetap tak menghiraukan nasihat pelaku.

“Ketika tersangka menasihati, korban ngeyel sambil berbaring tengkurap di kasur sehingga membuat tersangka merasa emosi yang akhirnya mengambil palu karet dan dipukulkan di kepala korban,” imbuhnya.

Korban sempat melakukan perlawanan. Namun, kalah. Pelaku akhirnya melayangkan palu berkali-kali ke arah korban. Agar aksinya tidak diketahui, pelaku langsung melakban mulut AO, dan mengikat tangan dan kakinya dengan tali sepatu.

“Tersangka lalu mengambil HP dan cincin yang ada di tas korban serta kunci kontak sepeda motor, lalu pergi keluar kamar dan ke parkiran untuk mengambil sepeda motor milik korban,” ungkap Yusri.

Sebelumnya, karyawan BUMN, AO, 36, ditemukan tewas di lantai 21 kamar nomor 2119 Apartemen Margonda Residence V, Depok, Jawa Barat pada 4 Agustus 2020 sekitar pukul 20.15 WIB. Dia diduga korban pembunuhan karena jasadnya penuh dengan luka.

“Dari hasil identifikasi terdapat luka benda tumpul, diperkirakan merupakan korban pembunuhan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Kamis (6/8).

Yusri menjelaskan, jenazah ditemukan setelah pemilik kamar mendobrak apartemen tersebut setelah tidak ada respons dari penyewa berinisial FM, 37. Seharusnya FM sudah meninggalkan apartemen pukul 18.23 WIB.(jpg)