batampos.co.id – Sejak lima bulan terakhir, masyarakat sudah mulai lekat dengan penutup mulut atau masker setiap berada di luar rumah. Penggunaan masker ini merupakan langkah pencegahan penularan Covid-19 melalui droplet atau cipratan yang keluar mulut penderita Covid-19 ke udara lalu terhirup orang lain.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, ada kecenderungan masyarakat melepas penggunaan masker yang terjadi belakangan ini. Padahal, jumlah kasus masih terus bertambah, dan kondisi Batam belum bebas dari Covid-19.

”Harusnya tetap dipakai. Karena pandemi masih berlangsung. Banyak orang terlihat sehat padahal bisa jadi di tubuhnya ada virus,” kata Didi, Kamis (6/8).

Didi menyebutkan, bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker, memang belum ada sanksi yang dikeluarkan. Sebab, Pemko Batam lebih memilih langkah sosialisasi dan langkah preventif untuk mengedukasi masyarakat terkait penggunaan masker.

Selain itu, tim kesehatan juga mengingatkan penggunaan masker dan memberikan bantuan masker kepada masyarakat. Tujuannya, agar digunakan, terutama ketika berada di luar rumah. Namun demikian, dengan dikeluarkannya Inpres terkait pemerintah daerah diperbolehkan mengeluarkan kebijakan terkait penggunaan masker, tidak menutup kemungkinan akan ada sanksi jika persentase penggunaan masker terus turun dan masyarakat abai.

”Inpresnya sudah ada. Kalau tak pakai masker ada sanksi. Namun, kebijakan ini menjadi hak dari pimpinan daerah. Jika memang dibutuhkan ada peraturan yang mengatur, nanti pimpinan yang akan mengeluarkan,” sebutnya.

Untuk itu, masyarakat diimbau agar tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan lainnya. Hal ini sangat penting, sebab beberapa hari belakangan ini terjadi penambahan jumlah kasus positif Covid-19 yang tidak sedikit.

”Kalau kami tim kesehatan tetap sosialisasi baik di tingkat puskesmas, rumah sakit atau ke perumahan warga. Bahaya Covid-19 masih mengintai. Lebih baik menjaga diri agar tidak kena. Kalau bisa batasi kegiatan di luar rumah,” imbau Didi.

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyebutkan, penggunaan masker menjadi hal yang sangat penting di kala pandemi Covid-19. Masker dapat mencegah dan meminimalisir penyebaran penyakit yang disebabkan virus SARS-COV-2 tersebut.

”Masker itu melindungi pemakai dan orang sekitarnya. Pemakai aman, orang sekitar juga aman,” kata Ketua IDI Kepri, dr Rusdani, Kamis 6/8).

Akhir-akhir ini, banyak orang yang terindikasi tidak memiliki gejala namun positif Covid-19. Sehingga, masyarakat tidak mengetahui siapa yang sudah terjangkit atau tidak. Orang-orang ini memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

”Misalnya begini, saya memiliki imun tubuh kuat, lalu teman saya memiliki imun tubuh kuat juga. Sehingga tidak ada gejala. Namun, teman saya pulang ke rumah, di rumah ada anak, istri dan orangtua, dan mereka belum tentu memiliki imun tubuh yang kuat,” ungkapnya.

Sehingga, agar dapat mencegah penyebaran tersebut dengan menggunakan masker sesuai standar yang ditetapkan. Masker kain boleh digunakan, tapi masker kain yang berlapis lalu ditambahkan tisu di bagian tengahnya.(*/jpg)