batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali akan memperketat pintu masuk ke Batam. Baik di Bandara Hang Nadim maupun pelabuhan laut. Tujuannya mengantisipasi gelombang kedua penyebaran Covid-19.

”Penumpang lokal maupun internasional wajib melampirkan bukti rapid test atau swab yang menunjukkan dia bebas Covid-19. Jika tidak ada, wajib menjalani karantina,” ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Jumat (7/8).

Rudi mengatakan, akhir Juni lalu, kondisi Batam sudah membaik. Namun, masuk Juli muncul gelombang kedua Covid-19 dengan jumlah kasus cukup banyak. Untuk itu, menghadapi gelombang kedua ini, Rudi mengimbau semua pihak harus menjaga diri dengan penerapan protokol kesehatan, agar tidak ada klasterklaster lainnya yang bermunculan.

Berdasarkan data terakhir, cluster polisi dan pekerja migran Indonesia (PMI) menjadi penyumbang terbesar. Selain itu, ada juga warga negara asing (WNA) yang tertular Covid-19.

”Kalau perlu, mereka yang baru masuk (Batam, red) ini wajib ikut karantina selama 14 hari. Ini dilakukan agar bisa menekan penyebaran baik transmisi lokal maupun luar,” jelasnya.

Rudi menilai, transmisi lokal ini cukup mengkhawatirkan dengan jumlah kasus yang terus muncul. Meskipun pihaknya sudah melakukan penyisiran terhadap kontak erat pasien positif, tim kesehatan hingga saat ini belum mampu mendeteksi asal virus terutama bagi mereka yang tidak memiliki gejala.

”Ini ancaman. Makanya semua harus peduli dan jangan abai terhadap protokol kesehatan. Tetap gunakan masker menghindari penularan melalui droplet, terutama ketika berada di luar rumah,” tegasnya.

Saat ini, lanjutnya, tim kesehatan masih bertarung dengan Covid-19. Setiap hari ada penambahan kasus positif yang ditemukan. Berbagai upaya pencegahan juga dilakukan seperti penyemprotan cairan disinfektan. ”Saya maunya kasus tidak bertambah. Sebab ini bisa mempengaruhi proses new normal yang tengah dipersiapkan,” ujarnya.(*/jpg)