batampos.co.id – Pandemi Covid-19 tak hanya membuat ekonomi Kepri minus 6,66 persen di kuartal II, tapi juga membuat jumlah orang miskin baru terus bertambah. Di awal pandemi Maret lalu saja, penduduk miskin Kepri naik 4.208 orang dibandingkan September 2019.

”Kalau dipresentasikan naik 5,92 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Rahmad Iswanto, Jumat (7/8).

Bertambahnya jumlah orang miskin baru di Kepri, semakin menambah jumlah penduduk miskin di Kepri yang kini sudah mencapai 131.966 orang. September tahun lalu hanya 127.758 orang.

Jumlah orang miskin baru ini masih bisa bertambah lebih besar, sebab data tersebut belum termasuk penambahan di April hingga saat ini (Agustus). Dimana, Covid-19 masih mengganas yang memberi dampak luar biasa di seluruh sektor perekonomian.

Dari jumlah tersebut, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan naik menjadi 5,42 persen, dengan kenaikan dari 104.234 di September 2019 menjadi 108.859 di Maret 2020. Sedangkan di wilayah perdesaaan, justru turun 10,67 persen. Dengan penurunan dari 23.524 orang menjadi 23.107 orang.

Adapun faktor terbesar penyebab kemiskinan berasal dari peranan komoditas makanan dan faktor minoritas berasal dari peranan komoditas non makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. ”Peranannya tercatat sebesar 65,92 persen,” sebutnya.(*/jpg)