batampos.co.id – Sebanyak 352 orang penumpang tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Sabtu (8/8) dengan jadwal berbeda. Mereka menumpang maskapai penerbangan asing dari Tiongkok. Rinciannya 325 orang pekerja asal Tiongkok, selebihnya sebanyak 27 orang warga Indonesia yang mendapat beasiswa dari PT. BAI di Tiongkok.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Bintan, Indra Hidayat angkat suara terkait kedatangan pekerja asing asal Tiongkok yang akan bekerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan.

”Pekerja ahli, yang akan bekerja di PT. BAI, mereka akan berada di BAI selama enam bulan,” kata Indra melalui sambungan telepon, Sabtu (8/8).

Para pekerja itu diangkut tiga penerbangan. Satu penerbangan langsung dari Tiongkok ke Bandara RHF Tanjungpinang, mengangkut sebanyak 133 orang penumpang. Sedangkan dua penerbangan lain dari Jakarta ke Bandara RHH Tanjungpinang dengan mengangkut sebanyak 219 penumpang.

Dia menjelaskan, para penumpang telah mengantongi surat keterangan hasil swab dengan hasil negatif dari otoritas kesehatan setempat di Tiongkok. Tidak hanya hasil swab, para pekerja asal Tiongkok ini juga telah mengantongi izin bekerja di PT. BAI.

”Ada izinnya. Selain paspor, ada IMTA, RPTKA dan Kitas,” sebutnya. Setibanya di KEK Galang Batang, Indra menyebut, para pekerja ini akan dikarantina di PT. BAI. Perusahaan yang bergerak di industri alumina ini telah menyiapkan ruang karantina yang aman. Keberadaan pekerja Tiongkok ini, kata Indra untuk mendukung kegiatan industri di KEK Galang Batang karena kawasan ini ditargetkan beroperasi pada 2021.

”Menteri Koordinator Maritim Investasi, Pak Luhut Binsar Panjaitan juga mendukung hal ini untuk percepatan investasi di Indonesia,” katanya.

Para tenaga ahli dari Tiongkok ini nantinya akan mensupport ilmu ke pekerja lokal serta mesin-mesin yang nantinya akan dioperasikan di KEK Galang Batang.

”Ya karena baru-baru ini kita juga membuka lowongan untuk pekerja lokal, yang jumlahnya sebanyak 900 orang. Setelah tenaga ahli ini menyelesaikan pekerjaannya, mereka akan pulang,” ujarnya.

Ia berharap warga Bintan dapat mendukung percepatan investasi ini di tengah situasi pandemi Covid-19. (*/jpg)