batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan berbagai persiapan untuk mengusulkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) zona kesehatan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) dan KEK, Endry Abzan, KEK zona kesehatan diusulkan di sekitar area RSBP Batam di Sekupang.

“Jadi harapannya nanti di Batam dibuat satu ekosistem menjadi kawasan medical tourism yang tidak hanya layanan medis tapi juga kebugaran,” jelasnya, Senin (10/8/2020).

Ia menjelaskan, selama ini berdasarkan survei dari asuransi kesehatan pasien yang berobat ke Singapura didominasi oleh Warga Negara Indonesia.

Gedung RSBP Batam tampak dari atas. Foto: Dokumentasi BP Batam untuk batampos.co.id

Dengan begitu lanjutnya, pihaknya ingin mengusulkan KEK Kesehatan di Kota Batam. Selain itu kata dia, selama ini banyak baliho-baliho yang menawarkan wisata medis di negara tetangga.

Hal inilah yang ingin ditangkap oleh BP Batam sehingga masyarakat Indonesia nantinya bisa menjalani perawatan medis di KEK Zona Kesehatan di Kota Batam.

“Ini peluang kita untuk menarik devisa itu,” tuturnya.

Selain itu pihaknya juga sudah melakukan promosi ke beberapa negara untuk mengisi tenan-tenan yang disediakan di KEK Zona Kesehatan.

“Kita sudah melakukan promosi ke Singapura dan Rusia. Serta promosi yang dilakukan marketing-marketing kita di negara-negara lain,” jelasnya.

Bahkan menurutnya, KEK Zona Kesehatan mendapatkan respon positif dari beberapa investor.

“Sudah banyak yang mau dan sekarang kita sedang menyusun kriterianya tenant seperti apa yang mengisi di KEK Zona Kesehatan,” paparnya.

Selain itu kata dia, setelah KEK Zona Kesehatan dobentuk nantinya akan dilengkapi fasilitas medis yang modren dan canggih.

Serta akan memberdayakan dokter-dokter dari luar negeri yang belum ada di Indonesia.

“Peraturannya sedang disusun oleh pemerintah kita. Jadi nanti di KEK Zona Kesehatan ini akan ada pelayanan yang tidak ada di rumah sakit lainnya,” tuturnya.(esa/adv)