batampos.co.id – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Koperasi dan UMKM) Provinsi Kepri, Agusnawarman mengatakan pihaknya sudah mengirim belasan ribu daftar Koperasi dan UMKM di Provinsi Kepri yang dinilai layak mendapatkan stimulus dari pemerintah pusat.

Menurutnya, sekarang ini masih dalam proses verifikasi atau seleksi oleh Tim Kementerian Koperasi dan UKM. “Kita sudah mengirim sekitar 13 ribuan daftar Koperasi dan UMKM di Provinsi Kepri yang dinilai terkena dampak pandemi Covid-19 ke Kementerian Koperasi dan UKM. Data yang dikirim tersebut merupakan usulan dari kabupaten/kota di Provinsi Kepri,” ujar Agusnawarman, Senin (10/8) di Tanjungpinang.

Mantan Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Bintan tersebut menjelaskan, untuk bantuan dari pemerintah pusat, menjadi wewenang mereka. Maka dari itu, pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari Tim Kementerian Koperasi dan UKM tentang jumlah Koperasi dan UMKM di Provinsi Kepri yang akan mendapatkan stimulus tersebut.

“Jika memang semua yang kita ajukan bisa dicover oleh pemerintah pusat, tentu kita tidak menggunakan anggaran daerah lagi. Namun apabila masih ada yang tidak masuk kategori, nanti akan diverifikasi lagi. Kita menunggu keputusan pusat ini, supaya tidak bertabrakan dengan kebijakan yang akan kita buat,” tegasnya.

Masih kata Agus, secara kumulatif memang pihaknya memiliki daftar UMKM di Provinsi Kepri yang jumlahnya mencapai 116 ribu berdasarkan Online Data Sistem (ODS). Namun Koperasi dan UMKM yang diusulkan adalah mereka yang benar-benar terkena dampak pandemi Covid-19.

“Berapa stimulus dari pemerintah pusat kita masih belum bisa memberikan gambaran sebelum adanya keputusan resmi,” jelasnya.

Ditambahkannya, Pemprov Kepri memang sudah merencanakan untuk memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi Koperasi dan UMKM yang terdampak. Atas dasar itulah, untuk menentukan kebijakan lebih lanjut, pihaknya masih menunggu terbitnya keputusan dari pemerintah pusat.

“Dalam rencana yang kita buat, adapun besaran BLT yang diharapkan menjadi stimulus bagi UMKM tersebut angkanya antara Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta. Yang kita harapkan adalah, bisa bangkit di masa new normal sekarang ini,” tutup Agus Nawarman.(*/jpg)