batampos.co.id – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami erupsi pada Senin (10/8) pukul 10.16 WIB. Ketinggian kolom abu tercatat mencapai 5 ribu meter. Atau lebih tinggi dibanding erupsi kemarin, Minggu (10/8), yang hanya 2 ribu meter.

Pemerintah Kabupaten Karo memutuskan melakukan upaya penanganan darurat atas aktivitas gunung Sinabung. Pantauan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB memonitor Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Karo telah melaksanakan arahan Gubernur Sumatera Utara untuk mengantisipasi pertolongan kepada warga.

“TRC BPBD setempat sedang mendirikan pos komando (posko) dan dapur umum untuk mengantisipasi pemenuhan kebutuhan para penyintas,” kata Kepala Pusat data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati.

Selain pengaktifan posko dan dapur umum, BPBD mengerahkan 6 unit mobil tanki air dan 1 unit water-canon. Mobil water-canon dibutuhkan untuk membersihkan abu vulkanik yang menutupi jalan atau fasilitas umum di beberapa wilayah. Pemerintah daerah juga membagikan masker dan pendistribusian air bersih.

Pemerintah Kabupaten Karo telah memberikan imbauan kepada warga setempat untuk tetap berada di dalam rumah. Sebab akibat erupsi, abu vulkanik mengarah ke timur tenggara dan melanda permukiman warga.

Gunung Sinabung kembali erupsi pada Minggu (9/6) pukul 16.28 WIB. (BNPB)

“Laporan sementara BPBD setempat menyebutkan tiga kecamatan dari kecamatan Naman Teran, Berastagi dan Merdeka. Wilayah tersebut terpapar abu vulkanik yang cukup tebal,” ucap Raditya.

Dia mengatakan, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Karo telah menyiagakan armada untuk membersihkan abu vulkanik. Sedangkan Bupati bersama jajarannya telah berkoordinasi dengan Pos Pemantauan Sinabung terkait kondisi Gunung Sinabung.

Gunung Sinabung telah berstatus level III atau siaga sejak 20 Mei 2019. Gunung yang dikenal tidak aktif ini mengalami erupsi sejak 2010 lalu. PVMBG merekomendasikan kepada masyarakat dan pengunjung tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi

Mereka juga tidak berkegiatan di lokasi dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, dan di radius sektoral 5 km di wilayah sektor selatan-timur serta 4 km sektor timur-utara.

“Selain itu, jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik,” pungkas Raditya.

BNPB mengingatkan kepada masyarakat agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh. Kemudian masyarakat yang bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.(jpg)