batampos.co.id – Dirut BPJamsostek Agus Susanto menjelaskan, pihaknya telah menyisir data kepesertaan sesuai yang disyaratkan pemerintah sebagai penerima program bantuan subsidi upah (BSU). Yakni, peserta yang upahnya di bawah Rp 5 juta per bulan.

’’Berdasar data upah pekerja yang dilaporkan oleh pemberi kerja,’’ terang Agus Susanto, Senin (10/8).

Datanya sudah lengkap, by name by address. Hanya, belum ada nomor rekening di data kepesertaan tersebut. Dengan begitu, sejak akhir pekan lalu pihaknya menginformasikan kepada semua HRD perusahaan agar segera melaporkan nomor rekening peserta BPJamsostek bergaji di bawah Rp 5 juta di perusahaan masing-masing. Juga, memvalidasi apakah gaji bulanan karyawan tersebut saat ini benar-benar masih di bawah Rp 5 juta.

Hingga kemarin sore, sudah 700 ribuan nomor rekening yang dilaporkan kepada BPJamsostek. Dia kembali mengingatkan para HRD perusahaan agar segera mengirimkan nomor rekening tersebut. Dengan begitu, target penyaluran tahap pertama pada September mendatang bisa langsung terlaksana 100 persen

Alur pencairan BSU dimulai dari penyediaan data. BPJamsostek menyediakan data. Sudah ada 15,7 juta data peserta. Saat ini data tersebut masih terus divalidasi. Pada saat bersamaan, BPJamsostek meminta nomor rekening bank pekerja penerima manfaat melalui HRD perusahaan masing-masing.

Data yang sudah valid itu akan menjadi dasar pencairan bantuan. Dana disalurkan melalui bank-bank Himbara yang ditunjuk pemerintah. Pencairan dilakukan dengan sistem transfer ke rekening penerima manfaat. ’’Jadi, tidak akan mampir ke mana-mana,’’ kata Ida Fauziyah.

Agus tidak menampik masih ada perusahaan yang belum patuh untuk melaporkan upah sebenarnya kepada BPJamsostek. Karena itu, menurut Agus, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membenahinya. Pihaknya meminta kepada semua perusahaan bahwa yang diberikan adalah yang sesuai upah sebenarnya.

Sebagaimana diberitakan, pemerintah akan memberikan BSU bagi pekerja dengan gaji bulanan di bawah Rp 5 juta. Nilainya Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan. Pencairannya dilakukan dua bulan sekali. Dalam sekali penyaluran, setiap pekerja mendapatkan Rp 1,2 juta.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memerinci, hingga 6 Agustus, realisasi penyerapan anggaran PEN (pemulihan ekonomi nasional) mencapai Rp 151,25 triliun atau 21,8 persen dari keseluruhan pagu. Total pagu anggaran PEN yang ditetapkan mencapai Rp 695,2 triliun.

’’Tren penyerapan sudah menunjukkan adanya peningkatan,’’ ujarnya kemarin. Ani, sapaan Sri Mulyani, menambahkan, pemerintah akan terus memantau seluruh program dalam PEN.(jpg)