batampos.co.id – Puluhan pencari kerja (Pencaker) terlihat duduk di sepanjang jalan di depan kawasan PT Cammo Industrial Park, Batam Center untuk mendapatkan link lowongan pekerjaan yang akan ditempel perusahaan yang memerlukan tenaga kerja.

Aktivitas tersebut hampir terlihat setiap hari dilakukan para pencaker di kawasan tersebut. Hal itu mereka lakukan demi mendapatkan sedikit informasi pekerjaan di perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan industri tersebut.

Hal ini diutarakan oleh Ilham. Pria asal Solok, Sumatera Barat, itu mengatakan, dirinya sudah empat bulan berada di Kota Batam.

Ia menginjakkan kaki ke kota industri ini dengan harapan mendapatkan pekerjaan sehingga dapat memperbaiki perekonomian keluargnya di kampung halaman.

Selama empat bulan juga dirinya bergumul dengan waktu di beberapa kawasan industri di Kota Batam. Namun hingga saat ini belum juga membuahkan hasil.

“Dari pukul 07.00 WIB saya sudah di kawasan Muka Kuning untuk lihat loker tapi belum ada,” jelasnya saat ditemui batampos.co.id, Selasa (11/8/2020).

Sebenarnya ada beberapa perusahaan yang membuka kesempatan bagi pencari kerja. Tetapi kata dia, mayoritas yang diperlukan adalah tenaga kerja perempuan.

Puluhan pencari kerja menanti info lowongan pekerjaan di sepanjang kawasan industri Cammo Batam Centre. Foto: Dhiyanto/batampso.co.id

Selain itu, dirinya juga kalah bersaing dengan para pencari kerja lainnya dikarenakan minim pengalaman.

Surat pengalaman kerja kata dia, menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki oleh pencari kerja saat ini.

Ia menjelaskan, untuk mengirimkan surat lamaran ditengah wabah Covid-19 dilakukan dengan dua cara. Pertama melalui pos dan kedua adalah dengan menggunakan surat elektronik atau email.

“Sudah puluhan yang saya masukan tapi belum ada panggilan,” katanya.

Hal yang sama disampaikan rekannya, Feby. Pria yang juga berasal dari Sumatera Barat itu, mengaku harus bangun lebih awal agar mendapatkan informasi lowongan pekerjaan.

“Kemarin saya di kawasan Panbil, Muka Kuning, di sana ada loker dari PT Manufakturing untuk operator. Tapi belum ada satu jam info loker yang ditempel sudah dicabut lagi,” jelasnya.

Menurutnya saat itu ada sekitar 500-an pencari kerja yang memadari papan informasi lowongan pekerjaa di kawasan industri Panbil.

Feby menjelaskan, untuk menunjang kebutuhan hidupnya setiap hari dirinya memilih menetap di kediamannya di Kota Batam.

“Kami akan masih mencari loker bang, ngak tahu sampai kapan. Ya muda-mudahan kami segera dapat kerjalah bang, ngak enak nganggur lama,” jelasnya.(nto)