batampos.co.id – Sejumlah mahasiswa mendatangi kantor DPRD Kota Batam untuk menyampaikan aspirasinya dan meminta Kejaksaan Negeri Kota Batam untuk memeriksa 4 pimpinan DPRD Kota Batam terkait dugaan korupsi yang melilit Sekretaris Dewan DPRD Batam, Asril.

Sempat terjadi adu mulut antara para mahasiswa dengan pengamanan dalam (Pamdal) DPRD Kota Batam.

Karena para mahasiswa tersebut hendak masuk ke dalam gedung DPRD Kota Batam. Namun hal itu dapat diredam oleh aparat kepolisian yang berada di lokasi.

Baca Juga: Sekwan DPRD Tersangka Kasus Korupsi, Wakil Wali Kota Bilang Begini

“Kami datang memang cuma 5 orang tapi kami ngak merasa takut, jawablah kasus korupsi ini,” ujar salah seorang mahasiswa, Agus Gustiawan.

Sejumlah mahasiswa mendatangi kantor DPRD Kota Batam untuk menyampaikan aspirasinya dan menuntut Kejaksaan Negeri Kota Batam untuk memeriksa 4 pimpinan DPRD Kota Batam terkait dugaan korupsi yang melilit Sekretaris Dewan DPRD Batam, Asril. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

“Kami ini datang tidak anarkis dan tidak membuat kericuhan mengapa kami tidak di perbolehkan masuk,” ujarnya lagi.

Baca Juga: Korupsi, Sekretaris DPRD Batam Ditetapkan Sebagai Tersangka

Dalam aksinya para mahasiswa tersebut membawa spanduk yang bertuliskan “Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Belanja Oleh Sekretariat DPRD Kota Batam dan Meminta Kejaksaan Negeri Batam Periksa 4 Pimpinan DPRD”

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Ahmad Surya, yang menemui para mahasiswa  tersebut menyampaikan jika pimpinan DPRD tidak berada di tempat.

Namun, dirinya menyampaikan apa yang diutarakan para mahasiswa tersebut akan disampaikan kepada pimpinan DPRD.

” Aspirasi kalian akan saya sampaikan ke pimpinan, jadi hari ini tidak bisa,” katanya.

Setelah mendapatkan jawaban tersebut, para mahasiswa tersebut langsung membubarkan diri.(nto)