batampos.co.id – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut, gaji ke-13 yang telah dicairkan hari ini sebesar 47,11 persen atau Rp 13,57 triliun dari total anggaran yang sebesar Rp 13,57 triliun. Artinya masih ada sekitar Rp 15,23 triliun anggaran gaji ke-13 yang belum dicairkan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pun menjelaskan alasan gaji ke-13 tahun 2020 belum cair seluruhnya. Itu dikarenakan belum seluruh satuan kerja (Satker) di kementerian atau lembaga lembaga (K/L) mengajukan surat perintah membayar (SPM) ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

Gaji ke-13 untuk PNS maupun TNI, Polri, dan pensiunan sudah diatur pada PMK Nomor 106/PMK.05/2020. Sementara, untuk proses pencairan gaji ke-13 PNS daerah mengacu kebijakan pemerintah daerah dalam hal ini peraturan kepada daerah (Perkada).

“Sampai Senin pukul 12.00 WIB ada 82,5 persen dari seluruh Satker yang jumlahnya hampir 14.000 telah mengajukan SPM dan hampir semua sudah selesai prosesnya di KPPN,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (10/8).

Sebagai informasi, total anggaran gaji ke-13 meningkat sebesar Rp 300 miliar menjadi Rp 28,82 triliun dari yang sebelumnya Rp 28,5 triliun. Anggaran ini terdiri dari gaji ke-13 PNS yang bersumber APBN sebesar Rp 14,83 triliun yang diperuntukkan untuk pegawai aktif Rp 6,94 triliun dan pensiunan Rp 7,88 triliun. Sisanya, berasal dari APBD sebesar Rp 13,99 triliun.

Sri Mulyani menambahkan, untuk pejabat negara seperti Presiden, Menteri, dan anggota DPR tidak mendapatkan gaji ke-13. “Ini hanya untuk ASN, TNI, Polri dan eselon I dan II yang THR lalu tidak dapat,” tegasnya.(jpg)